Ada Apa di Balik Gagalnya Tukar Guling Mitratel-Tower Bersama?

Jumat, 3 Juli 2015 | 18:20 WIB
LO
FB
Penulis: Lona Olavia | Editor: FMB
PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).
PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).

Jakarta - Analis pasar modal mempertanyakan alasan dari pihak-pihak yang menolak rencana share swap atau tukar guling saham PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak perusahaan PT Telkom, dengan PT Tower Bersama (TBIG).

"Kita berharap transaksi share swap bisa terjadi. Dari awal kita mempertanyakan apakah pihak-pihak ini mengerti atau tidak dengan mekanisme share swap tersebut," ucap Head of Research NH Korindo Securities Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (3/7).

Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI dengan Dirut PT Telkom kemarin (2/7), Komisi VI menolak rencara pertukaran saham atau share swap sahan PT Mitratel dengan PT TBIG. Beberapa hari sebelumnya, Menteri BUMN menyatakan Dewan Komisaris Telkom secara lisan juga menyatakan kepada Menteri Rini Sumarno tentang pembatalan rencana share swap saham Mitratel.

Reza menilai alasan penolakan terhadap rencana tukar guling saham Mitratel dengan TBIG tidak jelas. "Apa alasan penolakannya? Kalau misalnya ada potensi kerugian atau korupsi. Semua transaksi ada potensi kerugian, tidak hanya terjadi pada aksi jual beli saham itu. Kalau semua transaksi dianggap berpotensi korupsi, tidak ada transaksi. Kalau tidak ada transaksi, perusahaan tidak bisa ekspansi," katanya.

Ketua dari Indonesian Capital Market Community ini menambahkan, ekspektasi pasar terhadap share swap ini sudah tinggi. Ibaratnya, begitu ada berita rencana aksi share swap tersebut, pasar berharap kinerja Telkom akan meningkat.

"Dengan adanya ekspektasi tersebut, kita melakukan aksi beli saham Telkom, kita akan mengakumulasi saham dengan harapan akan ada peningkatan. Begitu transaksi dibatalkan kita kecewa, akhirnya dijual semua saham. Ketika pelaku pasar melakukan aksi menjual, yang terjadi adalah harga saham akan turun. Jadi pengaruhnya ke sentimen, ekspektasi pasar," jelas dia.

Reza menyayangkan anggapan orang bahwa share swap Mitratel berarti menaranya dijual ke TBIG, jual aset, transaksinya merugikan Telkom. Menurut Reza sebenarnya tidak merugikan, karena Telkom punya opsi untuk menambah kepemilikan di TBIG. Jadi secara langsung TBIG akan jadi milik Telkom. Jadi dampaknya positif karena menambah kinerja dari Telkom.

"Kalau Telkom maintain sendiri menaranya, itu tidak efisien, karena penyewa menara Mitratel cuma Telkom. Sementara di TBIG satu menara bisa dipakai oleh beberapa operator, biaya operasionalnya bisa dibagi. Kalau misalnya Telkom menguasai menara, itu juga tidak efisien karena beban operasionalnya justru banyak ditanggung oleh Telkom," tambahnya.

Apalagi dengan share swap tersebut Telkom punya opsi untuk menambah kepemilikan di TBIG. Jadi dengan transaksi itu Telkom akan menguasai TBIG. Itu akan lebih enak lagi karena nanti kinerja dari TBIG, hasil penyewaan-penyewaan menara TBIG dengan operator yang lain nanti ada bagian yang bisa diambil oleh Telkom.

Dalam forum Rapat Dengar Pendapat depan anggota Komisi VI DPR, Direksi Telkom memaparkan beberapa keuntungan transaksi Mitratel yang akan didapat bagi masyarakat, pelanggan dan industri di Indonesia. Misalnya aksi korporasi tersebut bertujuan untuk mendukung pencapaian kapitalisasi pasar Telkom, perusahaan BUMN yang menjadi salah satu ikon bursa saham Indonesia dan menjadikan Telkom tetap menarik bagi investor dan masyarakat.

Selain itu, diyakini dapat mendorong industri yang lebih sehat dan efisien dengan infrastruktur (tower) sharing. Lalu, dengan industri yang sehat, operator telekomunikasi akan lebih fokus pada bisnis intinya dan berkompetisi secara positif untuk meningkatkan layanan, sehingga akan memberikan keuntungan bagi pelanggan dan masyarakat.

Hari ini saham Telkom ditutup tidak bergerak di 2.930, sementara Tower Bersama naik 0,6 persen ke 8.975.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon