Rina Ciputra Sastrawinata

Tertantang Jadi Promotor Pertunjukan

Jumat, 10 Juli 2015 | 10:28 WIB
MM
AB
Penulis: Mardiana Makmun | Editor: AB
Presiden Direktur Ciputra Artpreneur, Rina Ciputra Sastrawinata
Presiden Direktur Ciputra Artpreneur, Rina Ciputra Sastrawinata (Istimewa)

Tertantang mendatangkan pertunjukan drama musikal terkenal dari luar negeri, Rina Ciputra Sastrawinata memutuskan menjadi promotor. Proyek pertamanya, Beauty and The Beast, telah sukses digelar dan mendatangkan banyak penonton.

"Saya dari kecil senang tertarik pada bidang art. Saya senang lukisan, patung," kata Rina Ciputra di Jakarta, belum lama ini.

Kiprah di dunia seni membuatnya bisa menjalin kerja sama di bidang seni Indonesia dan Italia pada 2012. Ia membawa karya seni kontemporer dari 15 perupa Indonesia untuk pameran di Macro Testaccio, Piazza Orazio Giustiniani 4, Roma, Italia.
Atas jasanya dalam meningkatkan hubungan Indonesia-Italia dalam bidang kesenian tersebut, ia mendapatkan penghargaan Ordine della Stella d’Italia Classe Caveliere dari Pemerintah Italia.

Dari kesenangannya pada seni itu, Rina melalui Yayasan Ciputra mendirikan Ciputra Artpreneur Center. Pusat seni seluas kurang lebih 6.000 meter persegi itu mempunyai galeri seni dan museum seni yang berisi karya dari berbagai perupa Indonesia, di antaranya perupa Affandi dan Hendra Gunawan. Sebagian dari karya seni tersebut adalah koleksi dari keluarga Ciputra. Ciputra Artpreneur juga membangun ruang pertunjukan dengan kapasitas 1.280 kursi.

Di luar benda-benda seni, Rina juga sangat menyukai dengan drama musikal. "Ketertarikan saya pada drama musikal lebih tinggi dibandingkan benda-benda seni," katanya.

Sudah puluhan drama musikal yang ditontonnya. Tentu, itu bukan di Indonesia, tetapi di luar negeri. "Saya tonton Miss Saigon, Phantom of Opera, hingga Beauty and The Beast. Sampai saya bertekad, saya akan membawa drama musikal itu ke Indonesia," katanya.

Mimpi Rina akhirnya terwujud. Dari hanya berniat membangun venue tempat digelarnya berbagai pertunjukan seni, yaitu Ciputra Artpreneur, akhirnya Rina memutuskan menjadi promotor. "Awalnya, saya hanya ingin membangun pusat seni Ciputra Artpreneur. Lalu, ada promotor yang mendatangkan Beauty and The Beast untuk mentas di sini. Belakangan, promotor itu mengundurkan diri dan saya mengambil alih," cerita Rina.

Keputusannya menjadi promotor sempat dipertanyakan ayahnya, Ciputra. "Waktu itu, saya minta izin pada ayah untuk menjadi promotor. Ayah bertanya, apa saya yakin bisa menangani bisnis ini hanya dengan 20 orang pekerja? Saya sih yakin saja. Di Jakarta kan, saya bisa dapat tenaga ahli untuk bantu saya menangani show besar," katanya optimistis.

Justru, kesulitan yang paling berat, bagi Rina adalah mengatur pengunjung. "Karena, Ciputra Artpreneur kan tempatnya baru dan lokasinya di lantai 11. Tapi, kami bisa mengatasinya dengan bantuan sekuriti selama 24 jam. Kami juga sedia genset yang siap dihidupkan bila terjadi mati listrik," tuturnya.

Spektrum Luas
Diakui Rina, berbisnis di bidang pertunjukan seni susah-susah gampang untuk mendatangkan penonton. Dia pun memilih pertunjukan dengan spektrum yang luas agar bisa ditonton oleh semua umur. "Beauty and The Beast itu ceritanya romantis. Tapi spektrumnya luas, sehingga bisa ditonton dari usia lima tahun sampai kakek dan nenek. Jadi, spektrumnya luas. Itu yang saya cari," tegas Rina.

Dia ingin pertunjukan yang digelarnya bisa ditonton oleh lintas generasi, mulai cucu hingga kakek-nenek. Selain itu, hiburan dan edukasinya, serta belum pernah ditampilkan di Indonesia,

"Jadi, penonton Indonesia tak perlu terbang jauh-jauh lagi ke luar negeri untuk menonton drama musikal yang hebat-hebat. Saya harap, malah nantinya Jakarta menjadi Asia Premier dari beberapa show. Jadi, nanti, justru penonton dari mancanegara yang datang ke Jakarta untuk menonton drama musikal," tutur Rina berharap.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon