KONI Tak Ingin Pembinaan Sepakbola Terhenti
Selasa, 4 Agustus 2015 | 07:52 WIB
Jakarta - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Tono Suratman, memastikan telah menandatangani Surat Keputusan (SK) tentang kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pimpinan La Nyalla Mattalitti tertanggal 30 Juli 2015.
Menurutnya, tidak ada alasan untuk tidak mengakui kepengurusan PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (28/4) lalu. Apalagi, PSSI sudah memenangkan gugatan di PTUN.
"KONI Pusat melakukan itu karena taat dengan keputusan hukum dan tidak ingin pembinaan sepakbola terhenti. Soal adanya upaya banding ke PTTUN yang dilakukan Kempora, kita tunggu saja hasilnya nanti. Yang pasti, pembinaan sepakbola tidak boleh terhenti dengan hanya menunggu keputusan banding," ungkap dia di Jakarta, Senin (3/8).
Selain itu, babak kualifikasi sepakbola PON 2016 sudah harus dilaksanakan PSSI. Diakui, waktu pelaksanaan PON 2016 sudah mendesak. Jadi, PSSI selaku induk organisasi sepakbola harus melaksanakan babak kualifikasi.
Di lain pihak, Juru bicara Kempora, Gatot Dewa Broto, mengatakan tidak ada wewenang KONI Pusat mengusulkan pencabutan SK Pembekuan PSSI sekalipun PSSI sudah memenangkan gugatan di PTUN.
"Masalah babak kualifikasi sepakbola PON Jawa Barat 2016 bisa dilaksanakan Panitia Besar (PB) PON 2016. Sehingga hal tersebut sama sekali bukan menjadi wewenang PSSI. Ini dalam masalah yang berbeda," tutup dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




