Tak Mau Kalah dengan Ojek, Giliran Bajaj Pakai Aplikasi
Senin, 24 Agustus 2015 | 11:22 WIB
Jakarta - Kesuksesan yang ditorehkan ojek online rupanya mengilhami moda transportasi lainnya untuk mengukuti jejak serupa. Kini, setelah Go-Jek dan GrabBike, giliran bajaj ikut menggunakan aplikasi pemesanan. Telah hadir bajaj berbasis online bernama "Bajaj App" yang bisa diunduh melaui Play Store.
Jika ditilik dari aplikasi yang telah diunduh sebanyak seribu kali ini, calon penumpang Bajaj App bisa menggunakan aplikasi ini melalui tiga cara. Pertama, melalui tautan di Facebook, kedua mendaftar via email dan terakhir pilihan Cash Trip yang memungkinkan pengguna dapat langsungg melakukan sekali perjalanan tanpa menggunakan akun sama.
Seperti layanan Go-Jek dan GrabBike, calon penumpang Bajaj Apps ini juga tak perlu repot melakukan proses tawar menawar. Ketika memesan, mereka sudah bisa mengetahui biaya yang harus dibayar.
Dari simulasi yang Suara Pembaruan lakukan, pada tahap pertama calon penumpang harus mengisi lokasi penjemputan dan tujuan. Setelah diisi, kemudian akan tertera tarif dasarnya. Tekan "next", kemudian akan muncul pilihan bahasa (Indonesia dan Inggris), jumlah penumpang (maksimal 4 orang), dan barang bawaan.
Ada satu hal yang menarik, dalam kolom itu juga tertera tips bagi sang sopir. Meskipun tak wajib diisi, calon penumpang dipersilakan memberikan tips maksimal Rp 15.000. Jika lebih dari itu, akan ada pemberitahuan bahwa tips terlalu banyak, dan otomatis dibatalkan.
Setelah itu calon penumpang akan diajak menuju kolom pembayaran. Di sini dijelaskan secara rinci besaran tarif yang harus dibayarkan. Tarif dasar perjalanan akan dikenai tambahan Rp5.000 jika jumlah penumpang lebih dari satu orang dan tambahan Rp 5.000 jika membawa barang bawaan besar.
Jika setuju, tekan "next" dan akan muncul pemberitahuan jika pesanan berhasil dilakukan. Dalam notifikasi itu juga diberitahukan bahwa calon penumpang akan dihubungi oleh sopir bajaj ke nomor telepon genggam yang telah didaftarkan ke Bajaj App. Namun, dari dua kali simulasi yang dilakukan, setelah menunggu beberapa menit pemesan dinyatakan gagal dengan alasan tak tersedianya pengemudi.
Asuransi
Keberanian Bajaj App untuk bersaing dengan moda transportasi lainnya ditunjukan dengan pemberian asuransi bagi penumpang yang mengalami kecelakaan. "Setiap pelanggan akan mendapatkan Asuransi Gratis dengan jaminan maksimal Rp. 100.000 per orang secara otomatis. Tanpa harus kuatir, anda bisa menikmati perjalanan dengan santai dan selamat sampai ke tujuan," tulis keterangan dalam laman bajajapp.com.
Masih dalam laman tersebut, Bajaj Apps juga menjelaskan setiap sopir mereka dilengkapi dengan sistem GPS sehingga dapat dengan mudah menemukan sang sopir. Jika pesanan berhasil, maka akan tertera nama, nomor telepon, dan nomor plat bajaj tersebut. Hal lain adalah adanya penggunaan sistem rating bagi para sopir Bajaj App.
Aplikasi itu juga mengklaim saat ini telah memiliki 10.000 sopir bajaj yang disebar di tiap wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Jam operasionalnya pun dijelaskan selama 24 jam.
"Lebih dari sepuluh ribu partner yang kami sebar di tiap tiap wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dalam sekejap saja aplikasi kami akan mendapatkan Bajai untuk Anda," tulisnya.
Munculnya Bajaj App ini tentunya memberikan angin segar bagi pengguna moda transportasi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Pasalnya, mereka kini diberikan kemudahan lain dalam mengakses moda transportasi. Namun, patut ditunggu kelanjutan dari Bajaj App ini. Jika Go-Jek dan GrabBike kemudian ditentang karena dituding mengambil lahan tukang ojek pangkalan, apakah Bajaj App ini akan bernasib serupa?
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




