Pencurian Rekening "Online" Menghantui Pengguna Internet
Sabtu, 3 Oktober 2015 | 00:20 WIB
Jakarta - Survei Kaspersky Lab dan B2B International menunjukkan, pencurian rekening online merupakan kekhawatiran terbesar para pengguna, yakni 68% responden. Sedangkan ancaman kehilangan uang dari rekening berada di posisi ketiga (63%), diikuti phishing email dan website di tempat keempat.
Survei itu juga menyebutkan, sebanyak 86% responden menyadari adanya peretasan rekening, phishing dan malware yang dapat mencuri password. Hal-hal seperti ini menunjukkan bahwa ancaman online yang paling dikenal dan paling mengkhawatirkan para pengguna adalah pencurian identitas digital mereka. Ancaman yang paling kecil pengguna khawatirkan adalah serangan DDoS dan aksi spionase global.
Kemungkinan karena jenis serangan cyber seperti ini lebih menargetkan perusahaan dan jarang mengancam pengguna biasa. Tidak mengherankan, serangan DDoS dan aksi spionase adalah ancaman yang pengguna paling kurang kenali dengan baik, sebanyak 29% dan 27% responden, masing-masing, belum pernah mendengar tentang serangan ini.
Pada intinya, survei tersebut menunjukkan bahwa pengguna masih meremehkan banyak ancaman cyber. Menariknya, 54% responden mencatat peningkatan yang signifikan dalam jumlah ancaman online, tetapi hanya 23% dari responden yang percaya bahwa diri mereka bisa menjadi target serangan cyber.
Elena Kharchenko, Head of Consumer Product Management, Kaspersky Lab, mengatakan, orang merasa khawatir tentang keamanan rekening online mereka, meskipun pada kenyataannya hanya beberapa dari mereka yang berpikir bahwa mereka akan menjadi sasaran serangan cyber. Di sinilah kesalahan para pengguna. Penyerang sering mengandalkan unsur kejutan, tepat ketika pengguna tidak mengharapkannya.
"Itu sebabnya Kaspersky Lab menganjurkan pengguna internet untuk memperluas pengetahuan mereka tentang ancaman internet saat ini, untuk waspada dan memastikan solusi keamanan mereka prima dan siap," kata Elena.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




