Peran Ayah di Keluarga Bukan Hanya sebagai Pemberi Nafkah

Sabtu, 3 Oktober 2015 | 14:12 WIB
IH
B
Penulis: Indah Handayani | Editor: B1
Ilustrasi keluarga.
Ilustrasi keluarga. (New Zealand Herald)

Jakarta - Masih banyak keluarga yang memisahkan peran antara ayah dan ibu dalam keluarga. Umumnya, kebanyakan orang menganggap peran ayah hanya sebagai pemberi nafkah dan pemimpin keluarga. Padahal, ayah juga punya peran penting dalam pengasuhan anak.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Guelph, Kanada, 2007, menunjukkan kuatnya pengaruh keterlibatan ayah dalam pola pengasuhan terhadap perkembangan anak secara sosial, emosi, fisik, dan kognitif.

Penelitian berjudul The Effects of Father Involvement: An Updates Research Summary of the Evidence itu mengungkapkan, anak yang turut diasuh oleh ayahnya sejak dini memiliki kemampuan kognitif lebih baik ketika memasuki usia enam bulan hingga satu tahun.

Tidak hanya itu, anak tersebut memiliki nilai IQ lebih tinggi ketika menginjak usia tiga tahun, serta berkembang menjadi anak dan individu yang mampu memecahkan permasalahan dengan lebih baik.

Dosen dan psikolog dari Universitas Indonesia Rini Hildayani menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang dapat mendukung peran serta ayah dalam pengasuhan. Di antaranya adalah dukungan dari lingkungan sekitar serta pengetahuan dan keterampilan ayah perihal pengasuhan anak. Sayangnya, saat ini masih ada ibu yang belum bisa memberikan kepercayaan pengasuhan anak kepada ayah.

"Sehingga ayah pun tidak terpacu untuk terlibat lebih jauh dalam pengasuhan si kecil," ungkap Rini di sela Happy Date with Legendaddy di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (4/10).

Rini menambahkan, keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak tak hanya akan membangun ikatan emosi antara ayah dan si kecil, tetapi juga antara ayah dengan ibu. Pasangan ayah-ibu dengan ikatan emosi yang kuat dapat menjalin komunikasi yang lebih terbuka, sehingga mampu memberikan perhatian yang optimal kepada si kecil.

Menurut Rini, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan agar ayah dan ibu dapat berbagi peran yang seimbang dalam mengasuh anak. Mulai dari komunikasi, misalnya ayah dan ibu harus memiliki kesepakatan bersama mengenai pola pengasuhan yang seimbang. Tidak hanya itu, saling mendukung berupa perasaan nyaman dan aman dalam diri si kecil hanya bisa terbentuk di bawah pengasuhan kedua orangtua yang saling mendukung.

"Terakhir, komitmen di tengah kesibukan masih-masing. Kedua orangtua harus dapat saling mengingatkan agar kedua hal tersebut dilakukan secara konsisten," ujar dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon