Basuki Dukung Diluncurkan Bajaj "Online"

Rabu, 7 Oktober 2015 | 17:53 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Bajai online
Bajai online (bajajapp.com)

Jakarta - Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta meluncurkan aplikasi Bajaj (pemesanan Bajaj via internet/online) hari ini. Ada sekitar 400 bajaj yang sudah masuk dalam aplikasi dengan nama BajaiApp ini. Aplikasi ini diluncurkan di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara hari ini.

Tujuannya untuk memudahkan masyarakat mendapatkan kendaraan roda tiga ini dengan harga yang pasti serta nyaman dan aman.

Peluncuran BajaiApp tersebut mendapat dukungan dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Dengan keberadaan aplikasi ini, diharapkannya operasional bajaj di Jakarta menjadi lebih tertib dan teratur.

"Iya, bagus. Tadi saya lihat ramai-ramai. Bagus. Supaya mereka bisa lebih hemat," kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (7/10).

Kepala Dishubtrans DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, untuk meningkatkan pelayanan transportasi masyarakat, pihaknya terus mengembangkan sistem transportasi di Jakarta. Kali ini, Dishubtrans DKI memiliki sistem aplikasi yang saat ini sangat digemari oleh warga jakarta.

"Untuk tahap awal, kami pilih bajaj yang merupakan angkutan roda tiga. Bajaj merupakan angkutan umum resmi. Nah, kami pasang aplikasinya. Saat ini sudah ada 400 bajaj yang terpasang aplikasi BajaiApp," kata Andri.

Selanjutnya, jika BajaiApp ini berhasil, maka sistem aplikasi akan diterapkan di seluruh angkutan umum, khususnya bus Transjakarta. Dengan tujuan, pengguna bus mengetahui posisi terdekat dengan armada bus Transjakarta ini.

Kepala Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan menegaskan, BajaiApp ini siap bersaing dengan aplikasi angkutan umum tidak resmi lainnya yang saat ini sudah berjalan, seperti Grabbike, Go-Jek, Uber, Blu-Jek dan aplikasi transportasi lainnya.

"Kami yakin mampu bersaing dengan aplikasi angkutan tidak resmi lainnya. Bajaj ini angkutan resmi. Asuransi dan keselamatannya terjamin," ujarnya.

Berdasarkan data Organda DKI, armada bajaj yang beroperasi di Jakarta ada sekitar 14.000 unit. Lalu sebanyak 7.000 unit di antaranya sudah menggunakan bahan bakar gas (BBG). Sisanya, 7.000 unit lainnya masih menggunakan bahan bakar non BBG. Bajaj non BBG akan diganti menjadi bajaj BBG secara bertahap.

"Armada yang masuk dalam aplikasi kami seluruh bajaj BBG. Nanti kalau bajaj oranye (non BBG) sudah menjadi BBG, mereka juga akan dimasukkan ke dalam aplikasi ini. Pokoknya harus BBG," tegasnya.

Manager Humas Bajaj Aplikasi, Supriyadi mengatakan untuk tarif akan terpampang dalam aplikasi. Sehingga pengguna tidak usah melakukan tawar menawar lagi seperti biasanya. Semua pendapatan bajaj akan diberikan seluruhnya kepada sopir bajaj.

"Tarifnya akan terpampang sesuai dengan tujuan yang dituliskan pengguna dalam BajaiApp. Kami akan terapkan sistem rupiah per kilometer. Semua pendapatan akan diberikan kepada sopir bajaj," ungkap Supriyadi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon