Iwan Fals Sepenuh Hati Garap Konser "Untukmu Indonesia"
Jumat, 13 November 2015 | 01:21 WIB
Jakarta - Musisi legendaris Virgiawan Listianto atau yang akrab disapa Iwan Fals akan kembali menggebrak dengan konser bernuansa nasionalisme, berangkat dari keprihatinannya atas "kondisi bangsa yang terpuruk".
Iwan bertekad menggelorakan semangat bangsa dengan menggelar konser tunggal bertajuk 'Untukmu Indonesia' yang akan diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, 21 November 2015.
"Saya sedih ngelihat bangsa ini yang kian hari kian terpuruk. Saya rindu dengan bangsa Indonesia yang lebik baik, lebih berenergi dan lebih berdaya. Oleh sebab itu saya ingin berusaha membangkitkan semangat itu lewat konser yang akan saya gelar sebagai persembahan untuk bangsa ini," ungkap Iwan Fals saat ditemui di Gedung Jakarta Golf Club, Rawamangun, Jakarta, Kamis (12/11).
Diakui Iwan, dirinya memang dikenal sebagai penyanyi yang kerap melantunkan karya bertema kritik sosial dan politik. Namun, dirinya menolak bahwa lagu-lagu yang dibawakannya sebagai kritik terhadap pemerintah.
"Dari dulu saya tidak pernah punya niat mengkritik. Saya menyampaikan yang saya rasakan, saya bukan pakar dan tidak punya disiplin soal itu (kritik). Saya hanya ikuti panca indera yang saya terima. Kadang diterjemahkan mengkritik," lanjutnya.
Iwan sendiri mengaku ikut sedih dan marah dengan ketimpangan yang terjadi di bangsa ini. Namun Iwan mengaku tak bisa berbuat apa-apa melihat hal itu karena bukan bagian dari pemerintah.
Namun begitu, sebagai seorang musisi, Iwan mencoba membawakan perasaannya itu lewat lagu-lagu yang diciptakannya lalu dinyanyikannya.
"Saya sebagai orang Indonesia tidak ikhlas rasanya kalau Indonesia sampai sedih, terluka, saya tidak mau. Jangan coba kutik, saya akan lawan. Karena saya bukan bagian dari pemerintah melainkan hanya seorang musisi, maka saya hanya bisa salurkan lewat lagu," kata Iwan.
"Saya merindukan Indonesia yang sehat, bersih, pintar, menghargai satu sama lain termasuk terhadap alam. Kalau tidak ada yang tidak sesuai dengan itu, saya marah. Dan dengan konser ini bangsa ini bisa menjadi lebih baik ke depannya," pungkasnya.
Tembang-tembang Iwan yang kritis terhadap kondisi politik justru banyak diciptakan di era Orde Baru seperti "Surat untuk Wakil Rakyat", "Tikus-tikus Kantor", atau "Bento". Ada juga lagu bertemakan penghormatan kepada pendiri bangsa, "Hatta".
Video courtesy of Net TV:
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




