Harga IPO Atmindo Rp 120-140 Per Saham
Rabu, 18 November 2015 | 19:50 WIB
Jakarta – PT Ateliers Mecanique D'Indonesie Tbk (Atmindo) menawarkan harga perdana saham perseroan sebesar Rp 120-140 per saham. Perseroan membidik dana sebesar Rp 28,8-33,6 miliar dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) tersebut.
Atmindo melepas sebanyak-banyaknya 240 juta saham atau setara 22,22% kepada publik. Harga IPO saham perseroan yang sebesar Rp 120-140 per saham tersebut mencerminkan price to earning ratio (PER) sebesar 8-9,3 kali.
Presiden Direktur Atmindo Rudy Susanto menuturkan, dana hasil IPO nantinya akan digunakan untuk memperkuat modal kerja. "Dana juga akan dipakai untuk mengurangi utang bank di HSBC, yang juga digunakan untuk modal kerja," kata Rudy di Jakarta, Rabu (18/11).
Perseroan mengalokasikan 32% dana hasil IPO untuk membuat produk-produk boiler maupun auxiliary. Perseroan juga akan menggunakan sekitar 68% dana hasil IPO untuk pembayaran utang bank di HSBC.
Saat ini, perseroan memiliki utang sebesar Rp 50 miliar kepada Bank HSBC. Rudy mengakui, perseroan bakal membayar separuh utangnya ke Bank HSBC setelah IPO. Perseroan bakal menyisihkan sebagian atau sekitar Rp 19,17 miliar hingga Rp 22,84 miliar untuk pembayaran utang tersebut. "Tujuan pembayaran sebagian utang itu untuk meminimalisasi beban bunga bank," ungkap dia.
Dalam pelaksanaan IPO ini, perseroan menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter). Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 18-23 November 2015. Adapun pernyataan efektif diharapkan terbit pada 27 November 2015. Sedangkan Masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 1-3 Desember 2015 dan pencatatan perdana (listing) di BEI dijadwalkan pada 9 Desember 2015.
Atmindo merupakan produsen boiler atau alat memproduksi uap. Fungsi utama boiler antara lain untuk menghasilkan uap kering dengan temperatur, tekanan kerja tertentu, dan besar laju aliran menuju turbin uap. Boiler biasa digunakan untuk pabrik kelapa sawit (PKS) dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Boiler dapat digunakan untuk PLTU dengan bahan bakar biomassa maupun batubara.
Pasar boiler Atmindo saat ini adalah untuk pabrik sawit. Menurut Rudy, pasar boiler untuk PKS di Indonesia masih sangat besar. Dia mengungkapkan, hingga 2020, seluruh PKS di Indonesia membutuhkan 1.200 boiler. Itu dengan asumsi satu PKS menggunakan satu boiler.
Namun, dia optimistis bahwa satu PKS membutuhkan lebih dari satu boiler. "Minimal ada satu lagi yang digunakan untuk cadangan," tutur Rudy.
Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa meskipun pasar utama perseroan adalah industri kelapa sawit, perseroan tidak terpengaruh terhadap pelemahan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO).
Menurut dia, meskipun harga CPO turun, perusahaan sawit akan tetap mengolah tandan buah segar (TBS). "Jika disimpan terlalu lama kualitas TBS akan berkurang," ujar dia. Hingga Mei 2015, pendapatan Atmindo tercatat sebesar Rp 45,2 miliar dan laba komprehesif sebesar Rp 7,3 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




