IPO Dua Putra “Oversubscribed” 1,5 Kali

Jumat, 27 November 2015 | 19:54 WIB
MS
B
Penulis: Muhamad Edy Sofyan | Editor: B1
Ilustrasi IHSG
Ilustrasi IHSG (Investor Daily / David Gitaroza)

Jakarta – Gebrakan pemerintah di bidang maritim tampaknya membuat investor semakin tertarik berinvestasi. Terbukti, penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham perusahaan perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk, mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 1,5 kali.

Investor Relations Dua Putra I Made Satyaguna mengatakan, karena oversubscribed, target dana yang diperoleh dari IPO sebesar Rp 921 miliar telah tercapai. Adapun lebih dari 90% peminat adalah investor institusi, yang didominasi dana pensiun (dapen).

"Pada saat penjualan, minat institusi saja sudah melebihi Rp 1,5 triliun. Itu di luar dugaan kami. Perseroan sangat bersyukur masyarakat bisa terbuka wawasannya terhadap dunia maritim," ujar Made kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (27/11).

Ia menambahkan, pada awalnya, memang banyak yang meragukan dunia maritim, tapi setelah melihat kinerja dan dampak kebijakan dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, banyak institusi maupun dapen yang berminat terhadap saham Dua Putra.

Perseroan melepas sebanyak 1,67 miliar saham atau setara 40,12% kepada publik. Harga IPO sebesar Rp 550 per saham. Proses IPO saham Dua Putra sudah masuk register 3 di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan target listing pada 8 Desember 2015.

Direktur Utama Dua Putra Utama Makmur Witiarso Utomo sebelumnya mengajak masyarakat untuk bisa menanamkan modalnya pada perusahaan melalui lantai bursa.

Dua Putra siap memajukan sektor perikanan Indonesia ke dunia internasional, menyusul kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang ingin memajukan sektor maritim Indonesia.

Witiarso menegaskan, kebijakan yang diambil pemerintah saat ini mulai dirasakan oleh para pelaku industri perikanan di Indonesia, terutama mengenai illegal fishing yang selama ini menghambat pertumbuhan ekspor ikan Indonesia.

"Kabijakan Menteri Susi dalam memerangi illegal fishing sangat berpengaruh terhadap produksi di industri perikanan Indonesia. Kami merasakan kebijakan ini sangat berpihak kepada industri. Kita bisa meningkatkan kapasitas produksi, sehingga bisa bersaing dengan negara tetangga di kawasan Asean," kata dia.

Lonjakan produksi perikanan di dalam negeri juga bakal meningkatkan keuntungan para pelaku industri sektor maritim, termasuk Dua Putra.

Sebagai perusahaan perikanan lokal yang bekerjasama dengan para nelayan, kata Witiarso, pihaknya tidak ingin keuntungan yang didapatkan hanya dinikmati oleh perusahaan semata, melainkan harus bisa dinikmati oleh masyarakat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon