Kronologi Tabrakan Metro Mini Versus KRL di Perlintasan Angke
Minggu, 6 Desember 2015 | 15:21 WIB
Jakarta - Metro Mini B 7760 FD terlibat kecelakaan dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di perlitasan Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat. Hingga saat ini, 24 orang menjadi korban, 16 orang meninggal dunia dan delapan orang luka-luka.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, peristiwa kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.
"Kronologi kejadian, bermula ketika KRL melintas di perlintasan kereta api Jalan Tubagus Angke. Ketika KRL akan lewat, palang pintu kereta sudah dalam keadaan tertutup," ujar Iqbal, Minggu (6/12).
Dikatakan Iqbal, tiba-tiba Metro Mini B80 Jurusan Kalideres-Jembatan Lima, menerobos masuk mengambil jalur sebelah kanan.
"Jadi bus berusaha melintas meski pun palang pintu sudah tertutup. Saat berada di tengah lintasan rel, bus itu ditabrak Commuter Line. Akibatnya, bus terseret sepanjang kurang lebih 200 meter," ungkapnya.
Ia menambahkan, palang pintu di lokasi hanya tertutup sekitar 3/4, sehingga Metro Mini dapat masuk menerobos.
Menurutnya, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa kecelakaan itu. Di antaranya, M Said warga Jalan Terate, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Akhlani seorang pedagang, dan Yeni Maryani, pedagang.
Para saksi, katanya, memberikan keterangan, ketika palang pintu sudah tertutup, Metro Mini menerobos melalui jalur sebelah kanan dengan maksud melewati KRL.
"Saksi yang berada 50 meter dari palang pintu, sempat berteriak. Namun sopir Metro Mini tidak menghiraukan sehingga terjadi tabrakan," jelasnya.
Iqbal menuturkan, jumlah korban akibat kecelakaan itu berjumlah 24 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 16 orang meninggal dunia, sementara delapan luka-luka.
"Korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sumber Waras, RS Atmajaya, dan RSCM. Commuter Line sudah berhasil dipindahkan dari lokasi kejadian sekitar pukul 12.15 WIB," ucapnya.
Menurutnya, anggota sudah mencari informasi terkait siapa pengemudi Metro Mini itu. Ia bernama Asmadi (35), warga Jalan Lingkaran Wage, Kuningan, Jawa Barat.
"Keadaannya saat ini luka berat dan dirawat di RS Sumber Waras," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




