Bau Gas Diduga Berasal dari Limbah di Bogor

Minggu, 6 Desember 2015 | 21:54 WIB
VS
IC
Penulis: Vento Saudale | Editor: CAH
Petugas memeriksa pipa gas di Stasiun Kompresor Gas (SKG).
Petugas memeriksa pipa gas di Stasiun Kompresor Gas (SKG). (Antara/Zabur Karuru)

Bogor - Bau menyengat yang tercium di wilayah sebagian Bogor dan Depok diduga berasal dari limbah kimia pengolahan besi PT Inti di Jalan Raya Cikuda, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Gunung Putri, Ajun Komisaris Niih Hadiwijaya dalam keterangannya menjelaskan, jika bau menyengat yang tercium diduga perusahaan pengolahan besi di wilayah Gunungputri. "Limbah buang tersebut dibuang perusahaan di area lahan kosong di dekat pabrik. Diduga aroma tajam tersebut terbawa angin menjelang hujan ke wilayah lain," katanya Minggu (6/12).

Berdasarkan laporan warga, bau tajam tersebut tercium sekitar pukul 18.00 WIB saat angin kencang menjelang turun hujan. Adapun wilayah yang terdampak cemaran udara tersebut yakni Desa Cicadas, Bojongnangka, Gunungputri, hingga daerah perbatasan Tapos, Depok hingga Cibubur, Cicaras, Jakarta Timur.

"Bau menyengat tersebut berasal dari sekitar 30 drum bahan kimia. Saat ini, polisi sudah mengambil sampel untuk dilakukan penyelidikan bahan kimia tersebut," paparnya.

Saat ini polisi tengah melakukan penimbunan limbah kimia tersebut. Selain itu, polisi juga meminta keterangan dari beberapa saksi, termasuk pemilik pabrik.

Sementara, Juru bicara PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro sebelumnya sudah mengatakan belum ada indikasi kebocoran berdasarkan data monitoring tim pusat penyaluran gas Pertamina di Cikarang.

"Sejauh ini tidak ada penurunan tekanan gas di pusat Pertamina yang berada di Cikarang. Masih normal," jelasnya.

Meski demikian, kata Wianda, Pertamina tetap menurunkan petugas untuk memeriksa secara langsung adanya dugaan yang kebocoran pipa gas.

Ia menambahkan, kejadian bocornya pipa gas sangat jarang terjadi. Soalnya, pipa gas yang ditanam sudah diperkirakan ketahannya dan tertanam di kedalaman sekitar 2 meter. Bahkan, pipa gas Pertamina dirancang kuat sampai 25 tahun, di bawah tanah. "Kekuatan pipa gas mampu bertahan 25 tahun. Sama seperti kekuatan jalan tol sampai 25 tahun," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon