PBB: 9.098 Orang Tewas dalam Konflik Ukraina

Kamis, 10 Desember 2015 | 12:48 WIB
UW
B
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: B1
Seorang polisi terluka akibat ledakan granat dalam bentrokan antara demonstran dan polisi, di luar gedung parlemen, di Kiev, Ukraina, beberapa waktu lalu.
Seorang polisi terluka akibat ledakan granat dalam bentrokan antara demonstran dan polisi, di luar gedung parlemen, di Kiev, Ukraina, beberapa waktu lalu. (Dok SP)

Jenewa - Badan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Rabu (9/12), melaporkan lebih dari 9.000 orang tewas dalam konflik Ukraina yang berlangsung sejak pertengahan April 2014. Jutaan orang juga dilaporkan berada dalam situasi genting, meskipun pertempuran telah mereda.

Dalam laporan terbaru itu, Badan HAM PBB menyatakan antara 16 Agustus dan 15 November 2015, sebanyak 47 warga sipil tewas dan 131 orang terluka dalam zona konflik di wilayah timur Ukraina. Tetapi jumlah itu menurun tajam dari periode tiga bulan sebelumnya.

Meskipun demikian, setidaknya 9.098 orang, termasuk warga sipil, tentara dan anggota milisi telah tewas sejak awal konflik di pertengahan April 2014 sampai pertengahan bulan lalu. Sementara sebanyak 20.732 warga lainnya mengalami cedera.

Di sisi lain, Badan HAM PBB memuji penurunan drastis aroma permusuhan di zona konflik di timur Ukraina sejak pihak-pihak yang bertikai menandatangani gencatan senjata baru pada 1 September. Tetapi diakui, gencatan senjata yang disepakati di Minsk pada Februari 2015 mulai rapuh.

"Namun masih ada juga, arus masuk amunisi, persenjataan dan milisi dari Federasi Rusia ke wilayah yang dikuasai oleh kelompok-kelompok bersenjata. Hal itu mengakibatkan situasi yang sangat mudah memicu konflik," kata laporan yang diterbitkan di Jenewa, Rabu.

Kepala Kantor HAM PBB cabang Amerika, Eropa, dan Asia Tengah, Gianni Magazzeni, mengatakan masih ada aliran berkelanjutan dari pejuang asing termasuk dalam beberapa kasus pensiunan tentara atau mantan prajurit dari Federasi Rusia dan aliran masuk senjata.

"Pelanggaran gencatan senjata telah terjadi di dekat Donetsk dan Horlivka, kawasan yang dikendalikan oleh kelompok-kelompok bersenjata, tempat sistem kekuatan artileri sedang dikerahkan," kata Magazzeni.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon