Rusuh Kerobokan Disebabkan Penusukan Napi

Rabu, 22 Februari 2012 | 13:11 WIB
FD
B
Penulis: Farouk Arnaz/ Angelina Donna | Editor: B1
Seorang narapidana yang mengalami luka tembak diangkut menuju rumah sakit setelah terjadinya kerusuhan di dalam Lapas Kerobokan, Denpasar, Rabu (22/2). Polisi dibantu TNI bersenjata lengkap merangsek masuk ke dalam penjara untuk mengendalikan situasi sehingga menyebabkan 3 narapidana mengalami luka tembak. FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana/Koz/Spt/12.
Seorang narapidana yang mengalami luka tembak diangkut menuju rumah sakit setelah terjadinya kerusuhan di dalam Lapas Kerobokan, Denpasar, Rabu (22/2). Polisi dibantu TNI bersenjata lengkap merangsek masuk ke dalam penjara untuk mengendalikan situasi sehingga menyebabkan 3 narapidana mengalami luka tembak. FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana/Koz/Spt/12. (Antara)
Pecahnya kerusuhan di Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali pada Selasa (21/2) malam disebabkan sejumlah faktor.

Selain jumlah napi yang saat ini sudah overload sebanyak 1030 orang, dari kapasitasnya 300 orang, juga ditambah adanya kasus perkelahian antar napi dimana salah seorang napi ditusuk.

"Jadi ada  napi ditusuk napi. Kemudian pada saat dari pihak korban mencari barang bukti pisau yang digunakan,  petugas jaga (sipir) mengatakan  tidak mengetahui. Akibatnya napi kelompok korban ini tidak puas, akhirnya memprovokasi pada teman-teman yang lain," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution di Mabes Polri, hari ini.

Akibat dari provokasi ini timbulah kerusuhan. Pintu depan dijebol, kemudian ruang registrasi,  ruang Kepala Lapas dibakar. Mereka juga merangsek ke ruang gudang senjata, untungnya semua senjata sudah dikeluarkan oleh petugas lapas, sehingga senjata aman.

Menurut Saud kasus penusukan itu sudah ditangani Polsek setempat. "Sedang didalami.  Tapi yang jelas mereka juga menuntut adanya  keadilan dalam pembinaan. Kita juga tidak tahu sebenarnya (masalah keadilan apa) tapi yang jelas ada masalah dalam proses pembinaan terhadap para napi di sana. Ada perlakuan khusus, disikriminasi, ini yang dituntut  para napi supaya sama-sama pembinaannya, jangan ada pilih kasih," beber Saud.

Diskriminasi itu dalam berbagai bentuk. Diantaranya kesempatan untuk besuk atau keleluasaan di dalam sel. Soal ini nanti akan didalami oleh pihak internal Lapas untuk melihat kembali bagaimana pola pembinaan di sana. "Ini hanyalah kulminasi kekecewaan," sambungnya.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon