Rusuh 11 Jam Karena Napi Melawan dengan Batu
Rabu, 22 Februari 2012 | 16:38 WIB
"Mereka tidak berani di dalam karena jumlah Napi yang banyak. Napi juga mengunci dari dalam. Kita sempat tidak bisa masuk, akhirnya kita harus paksa."
Meski tak berhasil menguasai senjata milik sipir, namun polisi dan tentara butuh 11 jam untuk mengendalikan ratusan penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Denpasar, Bali, karena Napi melawan dengan menggunakan batu.
Hal ini disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di kantornya, hari ini.
"Mereka melempari petugas kita dengan batu. Banyak bekas-bekas paving block yang dibongkar yang digunakan untuk melempari petugas," kata Saud.
Melihat gelagat perlawanan ini, sipir pun melarikan diri.
"Mereka tidak berani di dalam karena jumlah Napi yang banyak. Napi juga mengunci dari dalam. Kita sempat tidak bisa masuk, akhirnya kita harus paksa," lanjut Saud.
Kerusuhan di Kerobokan disinyalir terjadi karena beberapa faktor, mulai dari ketidakadilan sipir, kondisi Lapas yang overcapacity, hingga penusukan antar Napi.
Kondisi Lapas Kerobokan yang sumpek ini sebenarnya sudah lama disadari.
Narapidana Narkoba di Kerobokan rencananya bakal direlokasi ke Lapas khusus narkotika di Bali, yang diharapkan terwujud pada tahun 2013.
Rencana tersebut sudah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin.
Bukan hanya lapas narkotika, Bali juga merancang berdirinya Lapas khusus bagi wanita dan anak.
Kerobokan nantinya hanya diperuntukkan untuk napi dalam tindak pidana umum.
Meski tak berhasil menguasai senjata milik sipir, namun polisi dan tentara butuh 11 jam untuk mengendalikan ratusan penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Denpasar, Bali, karena Napi melawan dengan menggunakan batu.
Hal ini disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, di kantornya, hari ini.
"Mereka melempari petugas kita dengan batu. Banyak bekas-bekas paving block yang dibongkar yang digunakan untuk melempari petugas," kata Saud.
Melihat gelagat perlawanan ini, sipir pun melarikan diri.
"Mereka tidak berani di dalam karena jumlah Napi yang banyak. Napi juga mengunci dari dalam. Kita sempat tidak bisa masuk, akhirnya kita harus paksa," lanjut Saud.
Kerusuhan di Kerobokan disinyalir terjadi karena beberapa faktor, mulai dari ketidakadilan sipir, kondisi Lapas yang overcapacity, hingga penusukan antar Napi.
Kondisi Lapas Kerobokan yang sumpek ini sebenarnya sudah lama disadari.
Narapidana Narkoba di Kerobokan rencananya bakal direlokasi ke Lapas khusus narkotika di Bali, yang diharapkan terwujud pada tahun 2013.
Rencana tersebut sudah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin.
Bukan hanya lapas narkotika, Bali juga merancang berdirinya Lapas khusus bagi wanita dan anak.
Kerobokan nantinya hanya diperuntukkan untuk napi dalam tindak pidana umum.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




