Lapas Kerobokan, Bali, Kembali Memanas
Kamis, 23 Februari 2012 | 05:13 WIB
Sebelumnya, aksi kekerasan serupa juga terjadi pada Selasa (21/2) hingga Rabu (22/2) dinihari.
Aksi kekerasan kembali terjadi di Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali, semalam. Dalam aksi tersebut sempat terjadi pelemparan molotov dan batu oleh sejumlah napi, yang dibalas dengan rentetan tembakan peringatan dari aparat.
Dirjen PAS Kemenkum dan HAM Sihabudin menuturkan, pihaknya kini tengah melakukan negosiasi dengan pihak napi. Namun, dia menolak tegas, jika disebut aksi kekerasan di balik rumah jeruji itu terjadi berlarut-larut.
"Tidak berlarut-larut. Ini kami sedang melakukan negosiasi," tuturnya.
Merespons tindakan brutal para napi di lapas tersebut, sejumlah aparat dari TNI pun diterjunkan ke lokasi untuk membantu melakukan pengamanan. Hal tersebut disampaikan Kapendam IX/Udayana Kolonel Wing Handoko.
Akibat kerusuhan yang terjadi sebelumnya, tiga orang napi menderita luka tembak dan dilarikan ke RS Sanglah. Kini, dua di antaranya telah meninggalkan RS sedangkan satu lainnya masih mendapat perawatan di rumah sakit tersebut.
Dikabarkan, aksi kekerasan yang terjadi belakangan dipicu diskriminasi dan ketidakadilan perlakuan yang diterima napi-napi di lapas.
Aksi kekerasan kembali terjadi di Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali, semalam. Dalam aksi tersebut sempat terjadi pelemparan molotov dan batu oleh sejumlah napi, yang dibalas dengan rentetan tembakan peringatan dari aparat.
Dirjen PAS Kemenkum dan HAM Sihabudin menuturkan, pihaknya kini tengah melakukan negosiasi dengan pihak napi. Namun, dia menolak tegas, jika disebut aksi kekerasan di balik rumah jeruji itu terjadi berlarut-larut.
"Tidak berlarut-larut. Ini kami sedang melakukan negosiasi," tuturnya.
Merespons tindakan brutal para napi di lapas tersebut, sejumlah aparat dari TNI pun diterjunkan ke lokasi untuk membantu melakukan pengamanan. Hal tersebut disampaikan Kapendam IX/Udayana Kolonel Wing Handoko.
Akibat kerusuhan yang terjadi sebelumnya, tiga orang napi menderita luka tembak dan dilarikan ke RS Sanglah. Kini, dua di antaranya telah meninggalkan RS sedangkan satu lainnya masih mendapat perawatan di rumah sakit tersebut.
Dikabarkan, aksi kekerasan yang terjadi belakangan dipicu diskriminasi dan ketidakadilan perlakuan yang diterima napi-napi di lapas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




