Survei: 70 Persen Warga Jakarta Minta "3 in 1" Dihapuskan
Selasa, 12 April 2016 | 08:42 WIB
Jakarta-Sejak beberapa hari lalu, Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta membuat survei melalui medai online mengenai pendapat warga Jakarta mengenai penghapusan kebijakan mobi berpenumpang tiga atau three in one ("3 in 1").
Ternyata hasil survei itu menunjukkan, sebanyak 70 persen dari sekitar 3.300 koresponden menyatakan setuju kebijakan "3 in 1" dihapuskan.
Kepala Dishubtrans DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan hasil survai itu menunjukkan cukup banyak warga Jakarta yang menginginkan kebijakan "3 in 1" dihapuskan.
Dengan dihapusnya kebijakan ini, maka akan menghilangkan masalah sosial yang ditimbulkan yaitu joki, eksploitasi anak, dan timbulnya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
"Kalau soal macet, sama saja kan. Ada atau tidaknya "3 in 1". Tapi setidaknya, masalah sosial yang ditimbulkan dapat terselesaikan," kata Andri, Senin (11/4).
Mantan Camat Jatinegara ini setuju penghapusan "3 in 1" akan lebih efektif bila diiringi dengan merealisasikan Pola Transportasi Makro (PTM) di Jakarta. Apalagi dalam survei tersebut, 70 persen koresponden menginginkan "3 in 1" dihapus bila diiringi dengan adanya perbaikan kualitas angkutan umum.
"Untuk pengembangan angkutan umum massal, kami akan mengembangkan tiga moda transportasi publik, yakni MRT, LRT, dan Busway." ujarnya.
Diakuinya, saat ini, yang baru beroperasi adalah Bus Transjakarta. Pihaknya sedang mengintegrasikan seluruh angkutan umum di Jakarta masuk dalam manajemen bus Transjakarta dengan sisten pembayaran rupiah per kilometer.
"Penggabungan manajemen dan pembayaran sistem rupiah per kilometer sudah dilakukan oleh Kopaja. Ada 350 unit Kopaja yang sudah dibayarkan dengan sistem itu," terangnya.
Sedangkan, MRT, lanjutnya, sudah dalam pengerjaan fisik yang diharapkan dapat rampung pada tahun 2019 mendatang.
Sementara, LRT, sudah dalam tahap perencanaan terhadap tujuh lajur yang menjadi tanggung jawab Pemprov DKI dan baru di kerjakan pada pertengahan 2016.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




