Banjir PGP Bekasi Dianggap Kejadian Luar Biasa

Kamis, 21 April 2016 | 19:07 WIB
MN
YD
Penulis: Mikael Niman | Editor: YUD
Proses evakuasi warga di Perumahan PGP Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis 21 April 2016 siang.
Proses evakuasi warga di Perumahan PGP Jatiasih, Kota Bekasi, Kamis 21 April 2016 siang. (Suara Pembaruan/Mikael Niman)

Bekasi - Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi, Jawa Barat, mengatakan pihaknya telah membuat surat yang menyatakan banjir pada Kamis (21/4) di Kota Bekasi, sebagai kejadian luar biasa (KLB). Dengan demikian, pemerintah daerah dapat menindaklanjuti dengan menggunakan anggaran tak terduga untuk menanggulangi penyebab banjir tersebut.

"Kita menetapkan kejadian ini sebagai kejadian luar biasa. Menggunakan dana tak terduga supaya segera mungkin ada tindak lanjut yang dilakukan," kata Kepala Disbimarta Kota Bekasi, Tri Adhianto, di lokasi pengungsian posko banjir Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih, Kamis (21/4) petang.

Dia menjelaskan, penambalan tanggul dengan cara membuat bronjong dan karung berisi pasir tidak akan optimal hasilnya. Diperlukan upaya yang lebih dari sekedar itu.

"Pembuatan bronjong dan karung pasir tidak optimal. Akan kita lakukan seperti yang di belakang, pembangunan tanggul dengan sheet pile," katanya.

Menurut Tri, di bagian belakang tanggul Perumahan PGP yang telah diselesaikan peninggian tanggul sepanjang 800 meter. Sisanya, sepnjang 700 meter lagi belum dilakukan peninggian tanggul. Luapan kali masuk dari tanggul yang belum ditinggikan tersebut.

Di bagian depan, atau di pintu gerbang Perumahan PGP yakni RW 10, terdapat pagar perumahan warga yang jebol sepanjang 20 meter sehingga air kali masuk melewati titik ini.

Dengan status kejadian luar biasa, kata dia, pemerintah daerah dapat menggunakan dana sebesar Rp 30 miliar dan langsung dapat digunakan.

"Dana tak terduga sekitar Rp 30 miliar yang akan digunakan. Bisa langsung dilakukan pekerjaan. Kalau menggunakan dana APBD lebih rumit dan bisa satu tahun ditindaklanjuti. Lebih panjang prosesnya," katanya.

Nantinya dana tersebut digunakan untuk pembangunan tanggul yang masih bermasalah.

Saat ini, ketinggian banjir di Perumahan PGP masih mencapai tiga meter. Banyak warga yang enggan dievakuasi dan mereka memilih bertahan di lantai dua rumahnya. Sementara, warga yang telah dievakuasi bertahan di Pos Banjir yang telah disediakan di depan pintu masuk Perumahan PGP.

PGP menjadi lokasi terparah banjir saat ini, karena lokasinya yang berada pada titik pertemuan Kali Cikeas dan Cileungsi menuju aliran Kali Bekasi.

Terpisah, di beberapa perumahan yang berada di sepanjang bantaran Kali Bekasi juga terendam banjir.

Di Perumahan Pondok Mitra Lestari, Jatiasih, air mulai naik ke jalanan sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi.

Menurut Atik, salah satu penghuni Kompleks PML, air Kali Bekasi masuk melalui saluran air dan melimpas ke sejumlah jalan lingkungan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon