Luhut Bantah Panama Papers
Senin, 25 April 2016 | 11:50 WIB
Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Luhut Binsar Pandjaitan membantah dokumen Panapa Papers yang mencantumkan namanya. Luhut mengaku tidak tahu dan tidak ada kaitan dirinya dengan perusahaan cangkang, Mayfair International Ltd.
"Saya tidak pernah mendengar nama perusahaan tersebut hingga saat saya menerima surat permohonan wawancara. Kemudian saat melakukan wawancara dengan majalah tersebut saya baru mengetahui bahwa perusahaan itu berdiri pada 2006. Kenyataanya, pada tahun 2006, saya belum memiliki uang, jadi untuk apa saya mendirikan perusahaan cangkang seperti itu," kata Luhut di Jakarta, Senin (25/4)
Ia meluruskan berita yang dimuat majalah Tempo yang menyebutkan ada nama Luhut dalam perusahaan tersebut.
Dia merasa berita yang ada merugikan diri dan keluarganya karena tidak terlibat. Namun, Luhut tak berniat mengajukan gugatan.
"Setelah dilakukan penyelidikan, ada dugaan bahwa bisa saja perusahaan itu dibuat tanpa sepengetahuan saya. Karena untuk membuat perusahaan cangkang seperti itu tidak diperlukan tanda tangan saya. Perlu diketahui bahwa alamat yang digunakan dalam data perusahaan tersebut pun salah. Dalam dukumen perusahaan tersebut tertera bahwa alamat saya berada di MKB nomor 11, rumah saya nomor 18," ujar Luhut.
Menurutnya, perusahaan cangkang yang disebutkan tidak masuk dalam laporan LHKPN, karena saya tidak merasa memiliki atau menjadi bagian dari perusahaan itu. Selain itu dirinya tidak pernah menerima apa pun dari perusahaan tersebut.
"Perusahaan tersebut tidak memengaruhi jumlah kekayaan saya maupun kewajiban pajak yang harus dibayar. Saya selalu berusaha untuk disiplin dalam membayar pajak. Dari perusahaan Toba Bara Sejahtera, termasuk anak perusahaannya, dari tahun 2010 sampai 2015 sudah lebih dari 300 juta dolar pajak dan royalti yang sudah dibayarkan ke kas negara. Bahkan pada tahun 2014 salah satu perusahaan batu bara kami bahkan mendapatkan penghargaan dari kantor pajak sebagai wajib pajak dengan peningkatan pembayaran pajak tertinggi, padahal harga batu bara pada saat itu sedang mengalami penurunan," jelasnya.
Dia menambahkan perusahaan cangkang tersebut tidak mempunyai hubungan dengan perusahaannya, baik perusahaan induk maupun anak perusahaannya, termasuk Buana Inti Energi.
Mengenai keterkaitan antara perusahaan cangkang tersebut dengan Persada Inti Energi dalam proyek infrastruktur Tanah Air, dia tegaskan bahwa PT Persada Inti Energi bukan perusahaan miliknya.
"Saya tidak mengetahui proyek apa saja yang mereka kerjakan. Disebutkan bahwa pemegang saham Persada Inti Energi adalah anak buah saya yang bernama Elizabeth. Memang Elizabeth pernah bekerja sebagai direktur keuangan di perusahaan saya. Namun, pada tahun 2008, dia diminta untuk mengundurkan diri karena dia tidak menjalankan perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola keterbukaan perusahaan yang saya pegang teguh. Setelah tahun 2008, kami tidak ada hubungan sama sekali," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




