Ulang Tahun Perhimpunan Sosial Candra Naya ke-70

Sinta Nuriyah Wahid Kagumi Nasionalisme Pendiri RS Sumber Waras

Senin, 2 Mei 2016 | 02:47 WIB
HS
B
Penulis: Heri Soba | Editor: B1
Wayan Suparmin (kedua dari kanan) yang juga Ketua Perhimpunan Sosial Candra Naya (PSCN) atau Sin Ming Hui, tengah memotong kue ulang tahun PCSN ke-70 di Jakarta, Sabtu (30/4), yang disaksikan Mantan Ibu Negara Sinta Nuriyah Wahid (duduk) dan Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto (keempat dari kanan).
Wayan Suparmin (kedua dari kanan) yang juga Ketua Perhimpunan Sosial Candra Naya (PSCN) atau Sin Ming Hui, tengah memotong kue ulang tahun PCSN ke-70 di Jakarta, Sabtu (30/4), yang disaksikan Mantan Ibu Negara Sinta Nuriyah Wahid (duduk) dan Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto (keempat dari kanan).

Jakarta - Mantan Ibu Negara Sinta Nuriyah Wahid menegaskan dirinya sangat mengagumi semangat nasionalisme dari para pendiri Perhimpunan Sosial Candra Naya (PSCN) atau Sin Ming Hui. Semangat tokoh-tokoh Tionghoa yang mendirikan PSCN pada tahun 1946 tersebut patut diapresiasi. Selain mendirikan sejumlah sekolah, karya PSCN dalam bidang kesehatan inilah kemudian melahirkan Rumah Sakit Sumber Waras.

Hal itu ditegaskan Sinta yang juga istri almarhum Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ketika menghadiri perayaan ulang tahun PSCN ke-70 di Jakarta, Sabtu (30/4). Dalam acara itu hadir sejumlah tokoh Tionghoa, beberapa mantan pengurus PSCN, ratusan alumni sekolah-sekolah di bawah naungan PSCN, serta mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012 Prijanto dan Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim.

Sinta menjelaskan, tekad sejumlah tokoh-tokoh Tionghoa pada awal kemerdekaan tersebut menunjukkan keberpihakan pada masyarakat dan upaya memajukan Indonesia. Dengan menggerakkan berbagai potensi untuk membantu masyarakat pada saat itu menunjukkan semangat nasionalisme yang cukup tinggi.

'"Berdirinya Perhimpunan Sosial Candra Naya ini mempunyai makna nasionalisme yang sangat besar. Para pendiri saat itu sudah berbuat bagi bangsa dan masyarakat Indonesia," kata Sinta ketika memberikan sambutan dalam acara ulang tahun tersebut.

Ketua PSCN I Wayan Suparmin menjelaskan, peringatan berdirinya perhimpunan tersebut terus menggelorakan peran aktif dalam membangun Indonesia, tepatnya di bidang kesehatan, pendidikan dan kreasi. Pilihan tersebut karena terinspirasi cita-cita para pendiri republik ini bahwa dari manusia yang sehat dan cerdaslah, keadilan dan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia bisa diwujudkan.

Seperti diketahui, jauh sebelum dibentuknya Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW), PSCN sudah terlebih dahulu merintis sejumlah kegiatan dengan membeli lahan sejak 1956 dari dana sumbangan masyarakat. Pelayanan melalui RS Sumber Waras merupakan satu dari sejumlah aktivitas PSCN tersebut. Dalam perkembangannya, PSCN mendirikan YKSW yang secara khusus menangani RS Sumber Waras. Polemik dimulai pada 1970-an karena pengurus PSCN saat itu menghibahkan lahan bersertifikat hak milik dari PSCN ke YKSW tanpa persetujuan anggota dan akhirnya dibatalkan.

Setelah itu, sebagai Ketua YKSW pada 2005, Kartini Mulyadi berulang kali mengirim somasi kepada Wayan untuk memberikan sertifikat hak milik lahan. Namun, sertifikat itu tak pernah diperolehnya dari Wayan sehingga Kartini pun melaporkan Wayan ke Bareskrim Mabes Polri dengan tuduhan penggelapan sertifikat hak milik. Wayan pun mendekam di Rutan Salemba selama 148 hari dan sudah dibebaskan usai banding di Pengadilan Tinggi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon