Pemerintah Diminta Atasi Masalah Banjir di Tapanuli Utara

Sabtu, 7 Mei 2016 | 19:36 WIB
AS
FH
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: FER
Koordinator PMPHI, Gandi Parapat memegangi kepala saat banjir melanda pemukiman warga di Sarulla Dolok, Tapanuli Utara, Sabtu 7 Mei 2016.
Koordinator PMPHI, Gandi Parapat memegangi kepala saat banjir melanda pemukiman warga di Sarulla Dolok, Tapanuli Utara, Sabtu 7 Mei 2016. (Suara Pembaruan/Arnold Sianturi)

Tapanuli Utara - Masyarakat di Sarulla Dolok, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengharapkan, pemerintah bisa mengantisipasi banjir dan longsor di daerah tersebut. Sebabnya, setiap hujan turun, air selalu merendam pemukiman penduduk.

"Air hujan dari pegunungan tidak lagi mengalir ke Sungai Sarulla melainkan ke pemukiman penduduk," ujar Koordinator Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI), Gandi Parapat di sela-sela acara adat pemakaman orangtuanya di Sarulla, Taput, Sabtu (7/5) sore.

Gandi mengatakan, hutan rusak diduga akibat ulah manusia menjadi salah satu faktor bencana yang sering melanda desa tersebut. Sayangnya, belum ada perhatian dari pemerintah di sana untuk mencegah bencana itu agar tidak terjadi lagi.

"Masyarakat sudah lama memberikan laporan permasalahan banjir yang sering melanda desa tersebut. Sayangnya, pemerintah setempat hanya menerima informasi semata namun tidak berusaha menanggulanginya," katanya.

Menurutnya, pemerintah kabupaten setempat bisa menerima saran dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang dan Basaria Panjaitan, supaya pemerintah sebaiknya melakukan pencegahan.

"Pencegahan itu dapat dilakukan dengan memperbaiki kerusakan hutan. Hutan yang rusak sebaiknya ditanami pohon kembali. Selain itu, pengrusak hutan sebaiknya ditindak dan diproses secara hukum," sebutnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon