Teknologi Punya Peran Besar dalam Pekerjaan dan Bisnis
Sabtu, 28 Mei 2016 | 20:48 WIB
Cikarang - Rektor President University, Chandra Setiawan, mengatakan, teknologi memiliki peranan besar dalam berbagai bidang pekerjaan dan bisnis.
"Industri saat ini, menerima tenaga kerja yang memiliki kemampuan dan pemahaman yang baik tentang informasi dan teknologi. Pasalnya, dengan memahami teknologi dapat menciptakan daya kreatif," kata Chandra, dalam acara wisuda ke-11 President University di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (28/5).
Chandra menuturkan, untuk menghadapi perubahan tersebut, President University (PresUniv) menerapkan sistem kurikulum yang mengedepankan teknologi informasi (TI). Sehingga, lanjut dia, dapat menghasilkan lulusan yang siap bersaing di era digital ini.
"Saat ini, kita dihadapkan dengan perang teknologi yang semakin berkembang. Karenanya, lulusan kita harus menguasai informasi, dan itu mengharuskan untuk memahami teknologi karena kesempatan akan hilang jika kita tidak menguasai teknologi. Teknologi ini sangat berperan dalam pekerjaan dan bisnis," jelasnya.
Dalam era digital sekarang ini, lanjut dia, semua hal mengunakan teknologi. Pasalnya, kata Chandra, teknologi dapat menciptakan pekerjaan baru. Dokumen dan informasi telah beralih pada bentuk digital atau paperless. "Untuk menjadi yang terbaik dan tetap bersaing disegala bidang, tentunya harus memiliki kemampuan teknologi yang baik," tambah Chandra.
Senada dengan itu, Dosen Sosial Manajemen PersUniv, Purwanto, mengatakan, dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menjadi pemimpin masa depan, PersUniv telah memulai sistem kurikulum pembelajaran yang mengedepankan peran teknologi.
"Pasalnya, saat di era digital dimana banyak yang berbisnis online, jika masih mempertahankan sistem konvensional, tentunya akan ketinggalan," jelas Purwanto.
PresUniv sendiri, lanjut dia, menerapkan sistem pendidikan yang tidak hanya mengedepankan tatap muka setiap hari. Mahasiswa dituntun agar memanfaatkan keunggulan teknologi sehingga tidak menghabiskan energi dalam kelas. Selain itu, kata Purwanto, keunggulan teknologi juga dimanfaatkan untuk penelitian dosen.
"Dosen tidak akan bisa membagi pengetahuannya jika tidak mengikuti perkembangan teknologi terbaru," paparnya.
Semakin majunya teknologi, kata Purwanto, bukan berarti mengurangi jumlah tenaga kerja. Hal tersebut, justru mendorong peningkatan kapabilitas SDM lulusan perguruan tinggi saat ini.
"Kita bisa bandingkan negara yang teknologinya maju. Sementara, Indonesia masih jual barang mentah. Padahal, jika mengunakan teknologi, kita bisa mendapat keuntungan 15 kali lipat," ujar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




