Kapasitas Tol Merak Lebih Besar dan Cepat Layani Kendaraan Dibanding ASDP
Selasa, 5 Juli 2016 | 13:14 WIB
Serang - Pengelola jalan tol Tangerang-Merak, PT Marga Mandalasakti (MMS) mengklaim memiliki kapasitas untuk melayani kendaraan lebih besar dan cepat dengan selisih 300 kendaraan per jam, jika dibandingkan dengan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Divisi Hukum dan Humas PT MMS, Indah Permanasari melalui keterangan tertulis, Senin (4/7), sebagai tanggapan terhadap pernyataan Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry, Minggu (3/4) dini hari lalu bahwa pengelola jalan tol Tangerang-Merak memiliki keterbatasan jumlah loket tiket sehingga menyebabkan terjadinya antrean kendaraan di jalan tol.
Menurut Indah, PT MMS sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) selalu berupaya untuk meningkatkan layanan bagi pengguna jalan, baik dari segi layanan transaksi, lalu lintas, informasi dan perambuan serta jalan.
"PT MMS melakukan penambahan 9 gardu transaksi yang terpasang di gerbang tol Cikupa, Balajara Timur, Cilegon Barat dan Merak, sehingga total gardu di 9 gerbang tol, ruas Tangerang-Merak menjadi 88, dan 10 di antaranya merupakan gardu transaksi otomatis (GTO). Masing-masing terpasang di gerbang tol Cikupa, Balaraja Timur, Balaraja Barat, Serang Timur, Cilegon Timur dan Cilegon Barat," ujar Indah.
Indah kemudian membuat ilustrasi mengenai kapasitas gerbang di ruas jalan tol Tangerang-Merak untuk melayani jumlah kendaraan. Gerbang tol Merak memiliki 4 gardu exit dan dua tandem yang setara dengan lima gardu tol. Jika satu gardu bertransaksi dengan waktu 10 detik, berarti satu gardu melayani enam kendaraan per menit.
"Itu artinya, dengan 5 gardu x 6= 30 kendaraan per menit. Untuk 1 jam, menjadi 30 kendaraan x 60 menit = 1.800 kendaraan per menit. Sementara PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak memiliki 5 dermaga dengan kapasitas kapal 250 sampai dengan 300 kendaraan, berarti 300 x 5= 1.500 kendaraan. Jika dibandingkan kapasitas keduanya, PT MMS memiliki kapasitas untuk melayani kendaraan lebih besar dan cepat daripada PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak," ujarnya.
Lebih jauh, Indah menjelaskan untuk melengkapi layanan lalu lintas, PT MMS menambah jumlah armada kendaraan derek, yang semula hanya 10 unit, sekarang sudah bertambah menjadi 14 unit. Bukan hanya itu, penambahan 3 unit kendaraan patroli jalan raya (PJR) menjadi 6 unit, termasuk penambahan 15 orang petugas PJR, total menjadi 37 orang.
"Sebagai antisipasi peningkatan volume lalu lintas, PT MMS pun telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas antara lain, jika terjadi antrean di Merak dan penumpukan kendaraan di Cikuasa Atas, maka para pengguna jalan diimbau untuk beristirahat TIP Km 43 dan Km 68 arah Merak atau pengalihan kendaraan ke gerbang tol Cilegon Barat. Jika terjadi antrean di gerbang tol Serang Timur, maka kendaraan dialihkan ke gerbang tol Serang Barat. Jika terjadi antrean di gerbang tol Cilegon Timur, maka kendaraan dialihkan ke gerbang tol Cilegon Barat," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




