Masyarakat Dayak Harus Siap Hadapi MEA

Senin, 18 Juli 2016 | 11:22 WIB
SS
JM
Penulis: Sahat Oloan Saragih | Editor: JEM
Penari asal Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah membawakan tarian Nyai Balau di
Penari asal Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah membawakan tarian Nyai Balau di "Explore Exotica of Borneo" (Istimewa)

Pontianak -  Gubernur Kalbar Cornelis MH meminta masyarakat adat Dayak terutama yang tinggal di Kabupaten Sanggau, agar benar-benar mempersiapkan diri menghadapai era persaingan global masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Masyakarat Sanggau harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) mengingat daerah ini akan paling signifikan dalam kompetisi MEA berada di perbatasan Indonesia dengan Serawak, Malaysia.

"Masyarakat adat Dayak banyak persoalan mulai dari masalah politik, ekonomi, sosial, budaya sampai pangan. Ini harus bisa dituntaskan sehingga tidak menghambat masyarakat dalam menghadapi arus MEA," kata Cornelis yang juga Presiden Majelis Adat Dayak Nasional seusai pekan Gawai Dayak ke XII Kabupaten Sanggau, Minggu (17/7).

Cornelis mengatakan, masyarakat ada Dayak pada dasarnya satu dalam sikap, namun karena pengaruh lingkungan dan daerah yang terisolasi maka telah terjadi perbedaan-perbedaan. "Namun walaupun terdapat perbedaan tetapi masyarakat adat Dayak tetap satu," katanya.

Karena itu, katanya, menghadapi MEA maka kwalitas SDM  warga Dayak di Sanggau harus dipersiapkan dengan matang sehingga siap berkempetisi di era global karena Sanggau merupakan beranda depan Negara Indonesia.

"Pekan gawai bertujuan menggali nilai-nilai budaya dan adat istiadat warisan nenek moyang kita. Budaya yang baik dan yang tidak bertentangan dengan norma norma agar diupayakan untuk dilestarikan oleh anak cucu," ujarnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon