Gini Ratio Turun, Wapres: Pemerintah Pacu Pembangunan Desa
Jumat, 19 Agustus 2016 | 16:35 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, gini ratio atau tingkat ketimpangan pada Maret 2016, menurun dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun 2016, yaitu sebesar 0,397 persen dari tahun sebelumnya sebesar 0,408 persen.
Menanggapi turunnya tingkat ketimpangan di masyarakat, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan banyak usaha yang telah dilakukan pemerintah. Di antaranya, memberi bantuan kepada golongan yang kurang mampu, seperti distribusi raskin (beras miskin), bantuan kesehatan, pendidikan. Kemudian, dari sisi ekonomi, bunga kredit turun menjadi satu digit.
Tetapi, JK mengakui, kesenjangan dari segi pendapatan masih terjadi. Oleh karena itu, beberapa upaya akan dilakukan pemerintah untuk mengurangi kesenjangan dari sisi pendapatan tersebut. Di antaranya, meningkatkan dan memacu pembangunan di desa.
"Batas yang miskin itu makin naik hanya mungkin karena harga-harga. Antara yang kaya dan miskin agak lebih jauh. Artinya masih dibutuhkan suatu upaya untuk mengangkat yang di bawah tanpa menurunkan yang di atas, tapi mengangkat yang di bawah. Misalnya, dengan program-program sosial, pembangunan di daerah, pembangunan desa. Pasti efeknya menyebabkan gini rasio lebih baik," kata JK, Jumat (19/8).
Dalam rilisnya, BPS mencatat gini ratio di perkotaan pada Maret 2016 sebesar 0,410 persen atau turun sebesar 0,018 poin dibanding Maret 2015 sebesar 0,428 persen. Kemudian, itu juga tercatat turun 0,09 poin dibanding gini ratio September 2015 sebesar 0,419 persen.
Kemudian, BPS mencatat gini ratio di pedesaan pada Maret 2016 sebesar 0,327 persen atau turun sebesar 0,007 poin dari Maret 2015 sebesar 0,334 persen. Kemudian, menurun 0,002 poin dibandingkan pada September 2015 sebesar 0,329 persen.
Tetapi, BPS mencatat selama periode Maret 2015-Maret 2016, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah masih dalam kategori ketimpangan rendah. Meskipun, distribusinya semakin menurun, yakni dari 17,10 pada Maret 2015 dan 17,45 persen pada September 2015, menjadi 17,02 persen pada Maret 2016.
Sedangkan, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah di perkotaan pada Maret 2016 tercatat sebesar 15,91 persen atau meningkat dibanding Maret 2015 sebesar 15,83 persen. Meskipun, lebih menurun dibandingkan pada September 2015 yang mencapai sebesar 16,39 persen.
Sementara itu, di daerah pedesaan, distribusi pengeluaran dari kelompok penduduk 40 persen terbawah pada Maret 2016 tercatat sebesar 20,40 persen. Jumlah itu menurun dibandigkan Maret 2015 sebesar 20,42 persen dan September 2015 sebesar 20,85 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




