50 Pelajar di Bogor Ikuti Parade Cinta Tanah Air

Kamis, 25 Agustus 2016 | 23:07 WIB
VS
FH
Penulis: Vento Saudale | Editor: FER
Salah satu pelajar memaparkan karya ilmiah dalam acara Parade Cinta Tahan Air di Universitas Pertahanan, Hambalang, Kabupaten Bogor, 25 Agustus 2016.
Salah satu pelajar memaparkan karya ilmiah dalam acara Parade Cinta Tahan Air di Universitas Pertahanan, Hambalang, Kabupaten Bogor, 25 Agustus 2016. (BeritaSatu Photo/Vento Saudale)

Bogor - Sebanyak 50 pelajar sekolah menengah atas (SMA) Kota/Kabupaten Bogor mengikuti acara perlombaan terkait nasionalisme di Universitas Pertahanan (Unhan), Hambalang, Kabupaten Bogor. Diharapkan, melalui kegiatan tersebut para pelajar dapat menjadi penyebar virus rasa nasionalisme di antara remaja guna manangkal radikalisme. Acara bertajuk Parade Cinta Tanah Air ini, melombakan dua kategori yakni karya tulis dan pidato dengan tema besar bela negara.

Rektor Unhan, Letjen TNI Wayan Midhio, menuturkan, kegiatan perlombaan ini merupakan kali pertama di selenggarakan dan selanjutnya akan terus dilakukan secara kontinue setiap tahunnya.

Ia menjelaskan, secara umum kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menuangkan pemikiran sesuai standar penulisan ilmiah. Kegiatan ini juga mampu mengantarkan peserta kepada keterampilan atau kemahiran menulis dan mampu mengurai suatu pemasalahan yang mendorong perlunya usaha menyelesaikan solusi.

"Kita mengenal betul bila para remaja sekarang kurang menjungjung tinggi rasa nasionalisme. Kita ingin para pelajar yang mengikuti kegiatan mempunyai rasa membangun negara dan menjadi penyebar virus arti bela negara guna menangkal radikalisme," tutur Wayan, di Unhan, Bogor, Kamis (25/8).

Karo Akademik dan Kemahasiswaan Unhan, Brigjen Tamsil menambahkan, secara teknis ke-50 pelajar yang mengikuti perlombaan merupakan hasil seleksi terdahulu di tingkat sekolahnya. Dari jumlah tersebut nantinya akan di pilih lima terbaik dari masing-masing kategori.

"Para peserta nantinya akan menulis ide-ide kreatif sebagai respon intelektual atas persoalan-persoalan aktual yang dihadapi masyarakat. Parameter penilian secara umum seyogyanya unik, kreatif, dan bermanfaat," paparnya.

Salah satu dari SMA Negeri 1 Bojonggede, Ekalola Handayani (16) kategori karya tulis mengambil judul Bhineka Tunggal Ika. Dalam paparannya, ia menerangkan saat ini masih banyak konflik yang mengatasnamakan SARA.

"Pelajar seharunya tidak mengikuti hal itu. Setiap hari Senin kita upacara, menghafal Pancasila dan membaca UUD 45, tapi kadang kita tidak mengerti dan memahami itu semua," jelasnya.

Ia juga mencermati banyaknya aksi tawuran antar pelajar yang tidak menganggap arti kebhinekaan. Hal tawuran pun dipicu karena beda sekolah atau berbeda seragam. "Berbeda itu bukan berati bermusuhan," ucap Eka menutup pemaparan.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon