Pengungsi Sinabung Minta Presiden Percepat Pembangunan Relokasi

Jumat, 26 Agustus 2016 | 06:35 WIB
AS
IC
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: CAH
Pospera Sumut membangun 300 tenda buat tempat tinggal pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo.
Pospera Sumut membangun 300 tenda buat tempat tinggal pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo. (Suara Pembaruan/Arnold Sianturi)

Karo - Pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut) mengharapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan pemerintah provinsi dan kabupaten, untuk mempercepat penyelesaian relokasi buat pengungsi.

"Jika Presiden Jokowi langsung memberikan perintah dan dengan memerikan tenggang waktu maka pembangunan pemukiman buat pengungsi dipastikan cepat diselesaikan," ujar seorang pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, Jhonson Tarigan (50) kepada SP, Jumat (26/8).

Jhonson mengatakan, lambannya proses pembangunan relokasi itu membuat pengungsi merasa hidup terkatung - katung. Para pengungsi mengaku sering merasakan kedinginan, kelaparan dan serba kekurangan selama berada dan tinggal di tengah pengungsian tersebut.

"Jika relokasi itu cepat diselesaikan, dan masyarakat pengungsi sudah bisa menempati pemukiman baru tersebut, tentunya tidak kesulitan dan merasa tersiksa seperti sekarang ini. Hidup di tengah pengusian itu tidak enak, dan serba kekurangan. Sangat menyedihkan," katanya.

Sementara itu, Ketua Pendiri Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan (LBHK) Awalindo, Roder Nababan meminta pemerintah memperhatikan kondisi kesehatan pengungsi.

"Kondisi kesehatan pengungsi sangat memprihatinkan. Tidak sedikit dari pengungsi Gunung Sinabung tersebut yang menderita gangguan pernafasan. Bahkan, banyak pengungsi yang mengalami batuk - batuk," jelasnya.

Menurutnya, lebih baik pemerintah memaksimalkan tim medis yang khusus penanganan penyakit dalam seperti paru-paru. Infeksi saluran pernafasan juga dikhawatirkan terjadi.

Soalnya, tidak banyak pengungsi di sana yang menggunakan masker. Kondisi ini yang dikhawatirkan sebagai penyebab banyaknya pengungsi yang terserang berbagai penyakit.

"Jika tidak dianstisipasi maka bencana ini justru lebih besar lagi. Debu vulkanik yang dihirup masyarakat di sana mengandung silica yang menyerupai kaca," sebutnya





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon