Indonesia Tempati Posisi Kedua Serangan Malware di Asia Pasifik
Kamis, 29 September 2016 | 11:51 WIB
Jakarta - Dalam laporan terbaru yang dirilis Microsoft Malware Protection Center, serangan malware pada perangkat komputer di Pakistan merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Lebih memprihatinkan, Indonesia ternyata berada di urutan kedua. Posisi berikutnya ditempati oleh Bangladesh, Nepal, Vietnam, dan Filipina.
Consumer Channels Director Microsoft Indonesia, Linda Dwiyanti memaparkan, pemicu utama serangan malware adalah penggunaan sistem operasi (OS) bajakan yang banyak terjadi di Indonesia, sehingga menjadi incaran para penjahat siber.
"Indonesia memang masuk dalam negara dengan tingkat pembajakan sangat tinggi di dunia. Sementara pembajakan berhubungan langsung dengan kerentanan suatu negara terhadap kejahata siber," papar Linda Dwiyanti di peluncuran Genpro 2 in 1 PC, di Jakarta, Rabu (28/9).
Karenanya, Linda mengingatkan, kalangan pengguna untuk selalu menggunakan sistem operasi Windows 10 asli yang sudah dilengkapi sistem keamanan di dalamnya, sehingga dapat melindungi dari kejahatan siber.
Windows 10 sendiri pada 2 Agustus 2016 baru saja menghadirkan Windows 10 Anniversary Update yang menghadirkan lebih dari 200 pembaharuan fitur.
Sejak diuncurkan pada Juli 2015, Windows 10 telah dimanfaatkan oleh lebih dari 400 juta pengguna di seluruh dunia dengan pemakaian lebih dari 135 miliar jam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




