Obligasi LPKR US$ 425 Juta Kelebihan Permintaan 3,5 Kali Lipat

Selasa, 25 Oktober 2016 | 18:21 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Lippo Karawaci Tbk
Lippo Karawaci Tbk (Beritasatu.com)

Tangerang - Perusahaan pengembang properti terbesar di Indonesia, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), mengumumkan keberhasilan penerbitan obligasi Global Senior Notes senilai US$ 425 juta (sekitar Rp 5,5 Triliun) berjangka 10 tahun, dengan kupon imbal hasil 6,75 persen.

Transaksi ini mendapatkan respon yang luar biasa dari para investor dengan order book sekitar US$ 1,5 miliar atau 3,5 kali kelebihan permintaan (oversubscribed). Imbal Hasil akhir sebesar 6,7 persen, lebih kecil 25 bps dari perkiraan semula.

Presiden Direktur LPKR, Ketut Budi Wijaya, menyatakan, surat utang ini merupakan pertama kali obligasi 10 tahun dari sektor Properti di Indonesia. Pihak perseroan sendiri, lanjut dia, sangat senang dengan respon dari para pemegang obligasi dan investor yang sangat antusias.

"Ini adalah kedua kalinya kami masuk ke pasar finansial tahun ini dengan sukses yang mencerminkan kepercayaan para investor atas kekuatan dan model bisnis kami yang seimbang dan berkelanjutan, rekam jejak serta atas prospek pertumbuhan di masa depan," ujar Ketut, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (25/10).

Hasil dari penerbitan obligasi ini, akan digunakan untuk melunasi obligasi sebesar US$ 403 juta, dengan kupon sebesar 6,125 persen yang jatuh tempo pada 2020.

Penerbitan obligasi yang jatuh tempo pada 2026 ini, mendapat peringkat Ba3 dari Moody's, B+ dari S&P dan BB – dari Fitch. Penerbitan obligasi ini memperoleh partisipasi dari para investor Asia dan Eropa bereputasi tinggi dimana 75 persen dari obligasi tersebut diambil oleh global assets manager.

"Investor dari Asia Pasifik mendapat alokasi 69 persen dan sisanya dialokasikan ke akun investor dari Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA)," kata Ketut.

BofA Merrill Lynch, BNP Paribas, dan Deutsche Bank bertindak sebagai Joint Global Coordinator, sementara BofA Merrill Lynch, BNP Paribas, Deutsche Bank, Citigroup, Credit Suisse, dan UBS bertindak sebagai Joint Bookrunners.

LPKR sendiri merupakan perusahaan properti terbesar yang tercatat di bursa Indonesia berdasarkan jumlah aset dan pendapatan, didukung oleh land bank yang luas dan basis pendapatan recurring yang kuat.

Bisnis LPKR terdiri dari Residential/Townships, Mal Retail, Hospitals, Hotels dan Manajemen Aset. LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 22,8 triliun atau US$ 1,76 miliar per 30 September 2016.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon