Laba Bersih Link Net Melonjak 31%

Selasa, 1 November 2016 | 20:53 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Presdir PT Link Net Tbk Irwan Djaja saat memberi keterangan. Investor Daily/IST
Presdir PT Link Net Tbk Irwan Djaja saat memberi keterangan. Investor Daily/IST (ID/ID)

Jakarta - PT Link Net Tbk (LINK) berhasil membukukan pertumbuhan berkelanjutan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2016 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan meningkat sebesar 14 persen menjadi Rp 2,15 triliun, yang berasal dari pertumbuhan segmen residensial dan korporasi. Laba bersih meningkat sebesar 31 persen menjadi Rp 605 miliar. Perseroan juga berhasil membukukan marjin EBITDA sebesar 59 persen, marjin laba usaha sebesar 38 persen, dan marjin laba bersih sebesar 28 persen.

Sebagai wujud dari komitmen Perseroan untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang di pasar dengan tingkat penetrasi yang masih rendah ini, Perseroan senantiasa memperluas cakupan jaringan di tiga area yang sudah ada yaitu Jakarta, Surabaya (termasuk Malang), Bandung dan daerah sekitarnya.

Selain itu, Perseroan juga melihat adanya peluang di beberapa kota yang berkembang pesat, misalnya Medan dan Batam. Perseroan melaporkan penambahan 117.000 home passed (sambungan ke rumah) baru sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2016 sehingga mencapai hampir 1,8 juta.

Di tengah perlambatan musiman (seasonal) yang biasanya terjadi pada kuartal ketiga, permintaan terhadap paket layanan broadband dan TV berbayar Perseroan tetap meningkat. Selama sembilan bulan pertama tahun 2016 Perseroan berhasil mencatat penambahan bersih jumlah pelanggan sebesar 105.000 sehingga hampir mencapai 1 juta pada akhir September 2016.

Rata-rata pendapatan broadband dan TV berbayar per pengguna (ARPU/Average Revenue per User) tetap stabil pada level sebesar Rp 403.000. Bersamaan dengan itu Perseroan juga terus menerus melakukan inovasi dan mengembangkan produk baru yang ditawarkan kepada pelanggan termasuk diantaranya produk layanan terpadu cable dan wireless 4G internet, FMX TV Anywhere, dan produk-produk baru lainnya. Inisiatif ini telah berhasil mendapatkan respon yang sangat positif dari pelanggan yang memerlukan kenyamanan dalam akses internet di rumah maupun saat berpergian.

Selain itu, sejak awal 2016 Perseroan secara intensif meningkatkan jasa layanan broadband untuk pelanggan segmen korporasi baik segmen perusahaan skala besar maupun usaha kecil menengah (UKM). Perseroan meluncurkan produk khusus segmen korporasi yang diperbaharui di bawah merek "First Media Business". Selama sembilan bulan pertama tahun 2016 bisnis segmen korporasi Perseroan berkontribusi sebesar 16 persen terhadap total pendapatan dan diharapkan akan terus meningkat di masa mendatang.

Atas pencapaian ini, Irwan Djaja, Direktur Utama dan CEO, mengatakan, "Kami sangat senang atas pencapaian kinerja yang baik selama sembilan bulan. Hal ini merupakan wujud nyata dari serangkaian upaya Perseroan yang secara konsisten mengoptimalkan keunggulan operasional Perseroan (operational excellence), serta manajemen biaya yang prudent dan disiplin. Perseroan senantiasa responsif terhadap perubahan dan persaingan yang dinamis dengan tetap berfokus kepada pelayanan pelanggan (customer centric), produk inovatif, dan layanan nilai tambah yang terintegrasi. Kami optimistis dengan kemampuan Perseroan untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini dan memberikan nilai tambah kepada pemegang saham."

PT Link Net Tbk didirikan pada tahun 1996, merupakan penyedia layanan via kabel yang terbesar di Indonesia, yang menyediakan layanan televisi berbayar dengan kualitas tinggi, koneksi broadband berkecepatan tinggi dan komunikasi data. Link Net beroperasi di Jabodetabek, Surabaya dan sekitarnya (termasuk Malang) serta Bandung dan Malang.
Link Net memiliki dan mengoperasikan jaringan kabel Hybrid Fiber Coaxial (HFC) dan Fiber-to-the Home (FTTH) yang menyediakan layanan akses internet berkecepatan tinggi untuk pelanggan-pelanggan ritel dan korporasi. Link Net juga mengoperasikan layanan televisi berbayar dengan berkolaborasi dengan PT First Media Television (FMTV).



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon