Pendeta Doakan SBY dan Demokrat untuk Terus Jaga Kebinekaan

Minggu, 22 Januari 2017 | 12:21 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Presiden RI ke-6 sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menghadiri Natal Nusantara Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu, 21 Januari 2017.
Presiden RI ke-6 sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menghadiri Natal Nusantara Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu, 21 Januari 2017. (Istimewa)

Jakarta - Di tengah suasana politik yang memanas dan mengancam kebinekaan maupun perpecahan bangsa, para pendeta memanjatkan doa untuk keutuhan dan persatuan Indonesia.

Pendeta yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) ini memanjatkan doa untuk Partai Demokrat dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), agar terus berkiprah dalam menjaga Bhinneka Tunggal Ika.

"Kita doakan terus, Demokrat dan SBY untuk menjaga Bhinneka Tunggal Ika," kata Pendeta Nus Reimas, dalam peringatan Natal Nusantara Partai Demokrat yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (21/1) malam.

Sementara itu, Ketua Panitia Natal Nusantara Partai Demokrat, Benny K Harman, mengatakan, peringatan Natal ini dilakukan di tengah kondisi bangsa yang memprihatinkan.

Menurutnya, potensi konflik horizontal terjadi dengan melibatkan anak bangsa. Untuk itu, kata Benny, pihaknya ingin menggugah kembali semangat kebangsaan, persatuan, perdamaian dan bela rasa serta peduli dengan member solusi yang produktif.

"Peringatan Natal ini, diselenggarakan ditengah kondisi bangsa yang memprihatinkan. Potensi konflik horizontal anak bangsa," katanya.

Sebelumnya, SBY dalam sambutannya menekankan soal pentingnya persatuan dan kesatuan dalam bingkai kebinekaan, terkait dengan munculnya potensi perpecahan akibat situasi politik akhir-akhir ini.

Menurut SBY, Indonesia bukan negara agama, tetapi negara berketuhanan dengan Ideologi Pancasila. Untuk itu, kata dia, negara harus hadir dan menyayangi semua umat beragama, tanpa membeda-bedakan identitas serta menyatukan sebagai bangsa yang rukun dan damai.

"Negara Indonesia bukan negara agama, negara Pancasila, tapi Indonesia adalah negara berketuhanan. Negara wajib menyanyangi agama di tanah airnya sendiri. Negara harus menyayangi semua umat beragama yang ada di negara ini. Tidak boleh negara memisahkan kita yang berbeda-beda identitas, tetapi harus menyatukan kita sebagai bangsa yang rukun dan damai. itulah jati diri kita," tegasnya.

SBY juga yakin bangsa Indonesia bisa melalui ujian tersebut. Bahkan, menurutnya, Partai Demokrat akan tetap memberi dan menjadi contoh atas keberagaman tersebut. Ia menegaskan, DNA dan darah Partai Demokrat adalah kebhinekaan.

"Saya yakin dan saya percaya DNA Partai Demokrat, darah Partai Demokrat, tetap adalah darah Kebhinekaan," ujarnya.

SBY menjelaskan, nilai-nilai kebajikan moral dan etika yang diajarkan agama, dapat diaplikasikan dalam dunia sosial politik. Semua pemimpin politik, pemimpin agama dan tokoh masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk bersama-sama mendewasakan kehidupan politik dan demokrasi.

"Saya percaya etika politik dan ajaran tentang kebaikan dan moral akan membantu kita menemukan jalan untuk mengatasi masalah dan tantangan yang kita hadapi. Kita adalah bangsa yang besar dan telah teruji oleh berbagai tantangan sejarah. Kita percaya dengan persatuan kebersamaan dan kerukunan kita sebagai bangsa kita akan mampu menghadapi tantangan apapun menuju masa depan yang lebih baik," tambahnya.

Selain itu, Presiden RI ke-6 itu menyatakan, nilai-nilai universal yang dianut dan diajarkan oleh setiap agama yaitu damai dan kasih sayang. Agama, kata SBY, mengajarkan rumahnya berbagi kasih dan persaudaraan dengan yang lain. Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk saling membenci, memusuhi, menyakiti, menghina, menindas, dan melakukan kekerasan.

"Setiap agama mencintai kedamaian, ketentraman dan hidup berdampingan secara harmonis. Agama senantiasa mengajarkan persaudaraan sejati, diantara umat manusia. Setiap agama senantiasa mendorong umatnya untuk saling mengasihi, berbudi luhur berakhlak mulia, saling mencintai dan penuh toleransi. Saling menyayangi dan saling mengasihi menjadi ajaran utama setiap penganut agama, sekaligus sebagai filosofi dan solusi dalam merekatkan hubungan antar umat beragama," kata SBY.

Acara Natal Nasional Partai Demokrat ini, dihadiri oleh sekitar 2000 orang. Adapun diantara yang hadir yakni pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan 1, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan dan jajaran petinggi Partai Demokrat.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon