Jokowi: Simpang Susun Semanggi Kurangi 40% Kemacetan

Kamis, 23 Februari 2017 | 12:12 WIB
NL
AB
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: AB
Presiden Joko Widodo meninjau proyek pembangunan.
Presiden Joko Widodo meninjau proyek pembangunan. (Antara)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keberadaan simpang susun Semanggi akan mengurangi sekitar 40 persen kepadatan lalu lintas di wilayah itu. Saat meninjau proyek pengembangan simpang susun Semanggi di Kawasan Setiabudi, Jakarta Pusat, Kamis (23/2), Presiden Jokowi mengatakan keberadaan simpang susun Semanggi sama sekali tidak mengubah konstruksi Jembatan Semanggi yang telah melegenda.

"Simpang susun Semanggi dapat mengurangi sekitar 30-40% kemacetan. Dan, ini juga tidak mengubah karakter Jembatan Semanggi yang sudah melegenda," kata Presiden Jokowi.

Saat meninjau proyek itu, Presiden Jokowi didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimoeljono.

Jokowi mengatakan proyek yang dibangun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Wijaya Karya sejak 8 April 2016 akan rampung pada akhir Juli 2017 dan akan diresmikan pengoperasiannya pada 17 Agustus mendatang.

"Pertengahan tahun saya beri target, paling lambat bulan Juli selesai dan diresmikan pada 17 Agustus. Ya, tidak apa-apa," katanya.

Dia mengatakan, simpang susun Semanggi yang membentang sepanjang 1,8 kilometer menjadi solusi bagi kemacetan di Semanggi.

"Kemacetan yang sudah bertahun-tahun kita rasakan, baik pada pagi, siang, sore, maupun malam hari. Kemacetan terjadi karena semua kendaraan dari berbagai ruas jalan masuk ke sini," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi secara khusus memuji pola dan teknik pengerjaan yang dilakukan PT Wijaya Karya. Selain pembangunannya sangat cepat, pembiayaannya pun juga efisien dan murah.

"Saya dengar dari Menteri PUPR Pak Basuki Hadimoeljono dan Gubernur DKI Jakarta Pak Basuki Tjahaja Purnama biayanya Rp 360 miliar.

Saya acungi jempol pada cara-cara kerja cepat PT Wijaya Karya dalam menyelesaikan simpang susun Semanggi ini," katanya.

Simpang susun Semanggi terdiri atas dua ramp. Ramp 1 membentang sepanjang 796 meter dan 826 meter untuk ramp 2. Jalur itu memiliki lebar jalan 8 meter dan terdiri atas dua lajur. Diharapkan jalur ini akan memudahkan kendaraan dari arah Grogol menuju Blok M dan dari arah Cawang ke Bundaran HI.

Pembangunan proyek yang menelan dana Rp 360 miliar, yang berasal dari nilai kompensasi pengembang PT Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon