Satu OrangTewas Akibat Bentrok Pendukung Pilkada di Intan Jaya, Papua

Jumat, 24 Februari 2017 | 18:37 WIB
RI
FB
Penulis: Robert Isidorus | Editor: FMB
Rumah yang dibakar akibat bentrok antarpendukung
Rumah yang dibakar akibat bentrok antarpendukung (Suara Pembaruan/ Robert Isidorus)

Jayapura - Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw meminta pelaksanaan pleno perhitungan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Intan Jaya ditunda hingga kondisi keamanan di daerah itu kondusif.

Hal ini disebabkan terjadinya konflik antarwarga selama dua hari terakhir. Hal ini disampaikan Waterpauw kepada para wartawan dalam konferensi pers di Aula Cenderawasih Markas Polda Papua, Kota Jayapura, Jumat (24/2) sore.

Waterpauw mengatakan, penyebab situasi keamanan di Intan Jaya memanas karena massa dari para kandidat saling serang yang dipicu ketidakpuasan atas kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

"Kamis kemarin sempat terjadi ketegangan antara simpatisan sejumlah kandidat di kantor KPUD Intan Jaya namun bisa diatasi. Namun tadi pagi terjadi lagi aksi saling serang antarmassa di mana diprovokasi oleh salah satu oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Ia pun menuturkan, dalam aksi bentok antara warga memakan satu korban jiwa dan korban luka-luka. Selain itu, satu unit rumah milik warga terbakar dan tiga unit rumah lainnya mengalami kerusakan parah akibat bentrokan tersebut.

Lanjut Waterpauw, pihaknya sudah mengidentifikasi salah satu pelaku yang diduga melakukan provokasi terhadap massa untuk menyerang Kantor KPU daerah pada Jumat pagi tadi.

"Dalam aksi serang ini diprovokasi oleh satu orang berinisial MT. Ia yang diduga menyuruh massa untuk melakukan penyerangan kantor KPU Intan Jaya," kata dia.

Ia menambahkan, situasi di Intan jaya mulai berangsur kondusif dan rencananya akan diterjunkan pasukan tambahan dari kesatuan Brimob Nabire sebanyak 81 personel.

"Saat ini situasi di Sugapa, Ibukota Intan Jaya sudah mulai kondusif karena sudah ada pengarahan pasukan sekitar 400 personil gabungan. Rencanannya kami akan menambahkan pasukan dari Nabire dan Timika," tambahnya. Kapolda Papua, berencana akan ke Intan Jaya, Sabtu (25/2) pagi.

Sementara itu pengacara Piter Ell, SH kepada wartaplus.com menyarankan sebaikanya perhitungan dilakukan di tempat yang aman. "Di tahun 2012 pernah terjadi hal serupa dan dipindahkan ke Jayapura, "ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon