Gerbang Tol Karang Tengah Siap Dibongkar

Sabtu, 11 Maret 2017 | 08:05 WIB
TM
B
Penulis: Tri Murti | Editor: B1
Ilustrasi pintu tol.
Ilustrasi pintu tol. (Istimewa)

JAKARTA - Gerbang tol Karang Tengah, Tangerang, Banten yang selama ini selalu menyebabkan kemacetan telah siap untuk dibongkar. Sesuai dengan pernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beberapa waktu lalu saat meninjau gerbang tol Karang Tengah, penutupan gerbang tol ini harus segera dilaksanakan.

"Menurut Menhub, posisi gerbang tol Karang Tengah ini terlalu dalam ke daerah kota. Ini tentu mengakibatkan campur lalu lintas dalam kota dan luar kota. Jadi penutupan gerbang tol Karang Tengah ini mendesak, setidaknya pada April 2017 sudah mulai dilaksanakan," kata Kabag Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Benny Nurdin Yusuf seperti dikutip dalam pernyataan resminya, Jumat (10/3).

Bila gerbang tol Karang Tengah ditutup, kata dia, nanti ada lima gerbang tol baru untuk on dan off pembayaran yaitu di exit Karang Tengah, Alam Sutera, Tangerang, Karawaci dan Bitung. Pengendara yang berasal dari lima wilayah tadi akan melalukan pembayaran di saat mulai memasuki jalan tol Merak-Jakarta. Begitu pula arah sebaliknya, pembayaran saat keluar tol dari Jakarta dilakukan saat keluar dari lima wilyah tadi.

Penutupan gerbang tol Karang Tengah ini dalam upaya mengurai kemacetan jalur tol Jakarta Merak yang selama ini sangat parah. Selain itu juga untuk menerapkan sistem integrasi pembayaran jalan tol Jakarta- Merak.

Setelah dikaji oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), pembongkaran gerbang tol Karang Tengah ini tentu akan mengubah pola distribusi perjalanan di tol Jakarta- Merak. Selain itu itu juga akan mengubah pola jaringan jalan arteri kolektor di wilayah Tangerang.

Hasil analisis bersama antara Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Jasa Marga, Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Bappeda Kota Tangerang, dan stakeholders lainnya, pola pembayaran di on off ramp pay ini akan mengakibatkan adanya over traffic flow atau antrean panjang yang bisa menyebabkan kemacetan di gerbang tol Tangerang hingga akses tol Kebon Nanas Tangerang.

"Di pintu masuk dan keluar gerbang tol lain (Karang Tengah, Alam Sutera, Karawaci dan Bitung tidak masalah karena gerbang tolnya tidak terlalu dekat dengan jalan arteri. Tetapi untuk gerbang tol Tangerang ini terlalu dekat dengan jalan arteri di wilayah Kebon Nanas, Tangerang," kata Kepala BPTJ Elly Adriani Sinaga.

Untuk mengatasi over flow menuju akses tol Kebon Nanas Tangerang, Badan Pengelola Trasnportasi Jabodetabek mengusulkan dipasang variable message sign (VMS) atau LCD pengumuman untuk member peringatan awal kepada masyarakat. VMS ini akan memberitahukan berapa kecepatan di jalan. Hal itu agar warga memilih jalan alternatif lain untuk masuk jalur tol Merak Jakarta, seperti untuk lewat Alam sutera.(tm)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon