PSSI Terus Kisruh, Agum Gumelar Kecewa
Jumat, 13 April 2012 | 20:06 WIB
Namun, Agum secara tegas tidak akan ikut campur masalah yang terjadi di PSSI dengan KPSI.
Mantan Ketua Komite Normalisasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Agum Gumelar mengatakan bahwa ia sangat kecewa melihat perkembangan situasi organisasi PSSI hingga saat ini.
"Saya sangat kecewa dengan situasi PSSI yang berseteru dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) hingga sekarang," kata Agum usai membuka Rakernas Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) 2012 di Solo, hari ini.
Namun, Agum secara tegas tidak akan ikut campur masalah yang terjadi di PSSI dengan KPSI. Menurutnya, dirinya tidak akan ikut campur. Karena, tugasnya sudah selesai melaksanakan pemilihan Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa di Solo.
"Saya hanya bisa berdoa supaya perseteruan kedua pihak dapat segera selesai demi persepakbolaan Indonesia," kata Agum.
Ia menjelaskan, seharusnya ada konsiliasi yang datang keinginannya dari kedua pihak dan dilandasi pemikiran-pemikiran yang bersih. Sehingga, tidak ada yang memaksakan kehendak.
"Semua tekadnya harus satu demi persepakbolaan Indonesia. Hal itu, baru bisa cair," katanya. "Keduannya jangan saling mengotot dan merasa dirinya benar. Meskipun, keduanya agak sulit untuk bersatu, tetapi semuanya bisa dicoba untuk persepakbolaan di Tanah Air."
Kendati demikian, Agum meminta agar PSSI yang diketuai Djohar Arifin dan versi La Nyalla Mattalitti sama-sama menggunakan pemikiran jernih.
Sementara itu, menurut Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman, pihaknya sudah mengupayakan proses rekonsiliasi seperti meminta izin klub-klub ISL yang dianggap legal untuk masuk ke kompetisi di bawah PSSI.
Namun, mereka tidak memberikan izin para pemainya masuk ke timnas.
Mantan Ketua Komite Normalisasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Agum Gumelar mengatakan bahwa ia sangat kecewa melihat perkembangan situasi organisasi PSSI hingga saat ini.
"Saya sangat kecewa dengan situasi PSSI yang berseteru dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) hingga sekarang," kata Agum usai membuka Rakernas Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) 2012 di Solo, hari ini.
Namun, Agum secara tegas tidak akan ikut campur masalah yang terjadi di PSSI dengan KPSI. Menurutnya, dirinya tidak akan ikut campur. Karena, tugasnya sudah selesai melaksanakan pemilihan Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa di Solo.
"Saya hanya bisa berdoa supaya perseteruan kedua pihak dapat segera selesai demi persepakbolaan Indonesia," kata Agum.
Ia menjelaskan, seharusnya ada konsiliasi yang datang keinginannya dari kedua pihak dan dilandasi pemikiran-pemikiran yang bersih. Sehingga, tidak ada yang memaksakan kehendak.
"Semua tekadnya harus satu demi persepakbolaan Indonesia. Hal itu, baru bisa cair," katanya. "Keduannya jangan saling mengotot dan merasa dirinya benar. Meskipun, keduanya agak sulit untuk bersatu, tetapi semuanya bisa dicoba untuk persepakbolaan di Tanah Air."
Kendati demikian, Agum meminta agar PSSI yang diketuai Djohar Arifin dan versi La Nyalla Mattalitti sama-sama menggunakan pemikiran jernih.
Sementara itu, menurut Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman, pihaknya sudah mengupayakan proses rekonsiliasi seperti meminta izin klub-klub ISL yang dianggap legal untuk masuk ke kompetisi di bawah PSSI.
Namun, mereka tidak memberikan izin para pemainya masuk ke timnas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




