Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Lemhannas

Rabu, 24 Mei 2017 | 22:30 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri beerfoto bersama Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMKK) Puan Maharani, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Gubernur Lemhannas Agus Widjojo, Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan politisi Guruh Soekarnoputra seusai meresmikan patung Bung Karno di depan gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Jakarta, Rabu, 24 Mei 2017.
Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri beerfoto bersama Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMKK) Puan Maharani, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Gubernur Lemhannas Agus Widjojo, Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan politisi Guruh Soekarnoputra seusai meresmikan patung Bung Karno di depan gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Jakarta, Rabu, 24 Mei 2017. (Istimewa/Asni Ovier/Istimewa)

Jakarta - Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri menegaskan, pelajaran tentang geopolitik sangat penting ditanamkan anak-anak bangsa Indonesia, khususnya bagi para calon pemimpin bangsa. Ilmu tentang geopolitik itu yang terus ditanamkan oleh Proklamator Kemerdekaan RI, Ir Soekarno.

Hal itu dikatakan Megawati saat meresmikan patung Bung Karno di depan kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Jakarta, Rabu (24/5). Peresmian patung monumen Proklamator Kemerdekaan RI di Lemhannas itu merupakan rangkaian dari peringatan HUT Lemhanas ke-52 yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei.

Acara dibuka dengan tarian Bali, Sri Kamewali. Hadir dalam acara itu, antara lain Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMKK) Puan Maharani, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly, Gubernur Lemhannas Agus Widjojo, Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, politisi Guruh Soekarnoputra, Sukmawati Soekarnoputri, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, dan mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.

"Kumpulkan calon pemimpin bangsa dari seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, untuk dapat saling mengenal dan mempererat persaudaraan dengan diberikan pencerahan tentang geopolitik," ujar Megawati.

Ketua Umum DPP PDIP itu mengatakan, geopolitik adalah ilmu yang harus diketahui anak bangsa agar paham dan menyadari di mana posisi Indonesia di dunia. "Sebab, kalau kita tidak tahu di mana posisi Indonesia, maka kita akan berpikir bahwa bangsa Indonesia bukan apa-apa. Badan kita menyebut orang Indonesia, tetapi cara berpikir kita ikut orang luar," ujarnya.

Megawati menambahkan, jika calon pemimpin bangsa ikut belajar geopolitik, maka mereka akan memahami cara membangun mental sebagai bangsa yang kuat serta membangun strategi menuju kejayaan Indonesia. Dijelaskan Megawati, keberadaan monumen Proklamator Bung Karno di Lemhannas sangat tepat, karena Bung Karno saat menjadi Presiden untuk pertama kali membangun tempat pendidikan yang sekaligus juga tempat pengkajian ilmu.

Karena itu, sambung Megawati, hakikat dari Lemhannas adalah untuk dikembalikan kepada rohnya sebagai tempat menimba pengetahuan dan mengkaji kebangsaan yang kuat. Sehingga, rakyat Indonesia yang ada di Papua dan Aceh, misalnya, merasa bagian dari Indonesia.

"Dari sini Bhinneka Tunggal Ika benar-benar dihayati sebagai keberagaman. Tidak mungkin Indonesia diseragamkan dan dalil apa pun kalau itu berlawanan dengan kebhinnekaan akan gampang diruntuhkan. Kita sudah ditakdirkan oleh Allah SWT sebagai bangsa yang keberagamannnya luar biasa. Bukan manusianya saja, tetapi juga sumber dayanya yang juga luar biasa," kata Megawati.

Ditambahkan, sosok dan pemikiran Bung Karno sebagai Proklamator Kemerdekaan harus diketahui. Dari sisi keilmuan, Bung Karno mendapatkan predikat 23 gelar honoris causa dalam segala ilmu.

"Tidak hanya di bidang politik, tetapi juga hukum, sosial, budaya, dan sebagainya. Predikat honoris causa itu ada dari negara di Eropa, Asia, Afrika, dan benua lainnya. Jadi, alangkah sayang kalau Indonesia malah ingin menenggelamkan nama Bung Karno. Semestinya, kita secara objektif rasional mengetahui siapa sebenarnya sosok Bung Karno ini. Mengapa dia dapat memerdekakan suatu bangsa yang kemudian disebut Indonesia," ujar Megawati.

Dikatakan pula, ada perkataan Bung Karno yang perlu diingat bahwa bangsa ini lemah bila mudah dipecah belah dan diadu domba. Hal itu yang membuat kita mudah dijajah hingga lebih dari 350 tahun.

Gubernur Lemhannas Agus Widjojo mengatakan, pembangunan Monumen Proklamator itu sangat penting untuk mengingatkan kita bahwa pada 20 Mei 1965, Bung Karno meresmikan Lemhannas dan diikuti dengan kualiah umum kursus reguler geopolitik. Hal itu dilakukan Bung Karno dengan dasar pemahaman bahwa seseorang tidak bisa membangun bangsa yang kuat tanpa pengetahuan geopolitik.

"Dengan ilmu geopolitik, maka Indonesia bisa memahami percarutan politik dunia. Dengan ilmu itu pula kita sebagai bangsa akan mampu menapaki tujuan nasional," ujarnya.

Selain itu, kata Agus, Bung Karno juga berpesan bahwa penting sekali bagi pemimpin untuk memahami jati diri bangsa dan negaranya. Setiap pemimpin harus memahami dengan jelas karakter bangsa dengan nilai lokal yang bersumber dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan nilai-nilai persatuan.

"Bung Karno sebagai ahli strategi perjuangan berpesan agar pemimpin terus belajar memahami pengetahuan lain multi kompleks menyangkut ideologi politik, sosiologi, dan budaya, selain juga masalah pertahanan dan keamanan. Hal-hal itu yang hingga kini dijalankan di Lemhannas," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon