Belum Ada Laporan Serangan GoldenEye/Petya di Indonesia
Kamis, 29 Juni 2017 | 10:42 WIB
Jakarta – Ransomware jenis baru tengah menyerang ribuan perusahaan di Eropa dan Amerika. Para ahli memberi julukan ransomware tersebut sebagai GoldenEye. Ada yang mengatakan malware ini merupakan salah satu varian dari keluarga Ransomware Petya, ada juga yang menyebutnya sebagai ransomware baru yang tidak pernah terlihat sebelumnya (NotPetya).
Perwakilan dari Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), Adi Jaelani mengungkapkan, hingga saat ini belum ada laporan terkait serangan Ransomware GoldenEye/Petya ke Indonesia. Meski begitu, bukan berarti Indonesia aman dari serangan tersebut. Untuk kawasan Asia, serangan ini baru dilaporkan terjadi di India.
"Sampai saat ini belum ada laporan kasus serangan Ransomware Petya di Indonesia. Tapi sebetulnya kan virus ini sama dengan virus yang sebelumnya (WannaCry). Kalau sudah melakukan prosedur pengamanan seperti saat serangan WannaCry, dipastikan 85% aman," ujar Adi Jaelani kepada Beritasatu.com, Kamis (29/6).
Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menyampaikan, pemerintah hingga saat ini terus memantau dan memitigasi pergerakan dari penyebaran ransomware ini di Indonesia. Notifikasi telah dikeluarkan oleh ID-SIRTII kepada para mitra yang bekerja sama seperti penyelenggara jasa akses Internet, Penyelenggara NAP, dan juga kepada Kementerian/Lembaga.
"Kepada masyakarat yang memiliki komputer, saya menghimbau untuk melakukan antisipasi serangan Petya. Sebelum mengaktifkan komputernya, agar melakukan back up data sekarang," pesan Rudiantara.
Kepada pengelola Teknologi Informasi (TI) di berbagai Institusi, Rudiantara meminta agar pengelola TI menonaktifkan atau mencabut jaringan Lokal/LAN sementara sampai dipastikan semua aman. Kemudian Backup data ke storage terpisah.
Selain itu, apabila hal di atas telah dilakukan, agar dibiasakan untuk selalu backup data, menggunakan sistem operasi yang orisinal dan update secara berkala, install Antivirus dan update berkala, serta menggunakan password yang aman dan diganti secara berkala.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




