Serangan Ransomware Diprediksi Makin Beragam
Kamis, 13 Juli 2017 | 15:39 WIB
Jakarta - Tahun ini, serangan program jahat (Malware) jenis Ransomware telah membuat kegaduhan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Varian WannaCry dan Petya dilaporkan telah menjangkiti puluhan ribu komputer berbasis Windows dalam waktu singkat.
Country Director Palo Alto Networks Indonesia, Surung Sinamo mengungkapkan, meskipun saat ini perusahaan solusi keamanan siber telah berhasil meredam serangan Ransomware WannaCry dan Petya, bukan berarti para penjahat siber akan menghentikan aksinya. Surung justru memprediksi serangan Ransomware akan semakin besar dengan varian yang makin beragam.
"Kalau bicara ke depan, kita percaya frekuensi dari serangan Ransomware akan semakin banyak. Varian-varian baru dari Ransomware juga akan semakin beragam. Apalagi serangan ini kan sangat menguntungkan bagi pelakunya. Mereka tentunya tidak tinggal diam untuk melahirkan varian-varian baru," ujar Surung Sinamo, di Jakarta, Kamis (13/7).
Surung menjelaskan, modus kejahatan siber dari Ransomware adalah dengan menyandera atau mengunci data milik korban, kemudian meminta uang tebusan bila ingin data tersebut bisa diakses kembali. Ransomware biasanya masuk melalui email tipuan (phising) yang dibuka oleh korban.
"Jumlah korban yang banyar tebusan memang lebih sedikit dibandingkan yang tidak bayar. Walaupun sedikit, tetap saja itu jadi peluang bisnis yang menguntungkan bagi pelaku. Apalagi untuk menyerang kan tidak perlu uang yang besar. Para hacker mungkin saja akan menyerang lebih banyak korban lagi, supaya mereka bisa mengumpulkan uang lebih banyak," tutur Surung.
Karenanya, Surung mengingatkan pentingnya melindungi perangkat komputer dengan solusi keamanan yang bisa menjawab problem tersebut. Selain itu, gunakan sistem operasi yang asli dan update secara berkala.
"Kalau menerima email dari pengirim yang tidak jelas, jangan langsung membuka link yang dikirim. Bisa jadi itu merupakan pintu masuk dari Ransomware," katanya mengingatkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




