ISYF Ajak Generasi Muda Bersinergi Membangun Bangsa
Sabtu, 29 Juli 2017 | 22:59 WIBJakarta - Kaum muda memegang peranan penting dalam menentukan masa depan bangsa. Terutama dalam menjaga keutuhan dan membangun semangat nasionalisme.
Namun, perpecahan yang dilatari oleh kepentingan politik dan isu SARA akhir-akhir ini telah melemahkan sendi-sendi bangsa. Dampak yang dikhawatirkan adalah pengaruhnya bagi generasi muda, terlebih dengan paparan arus informasi yang begitu deras dengan konten yang bebas beredar.
Berlatar hal tersebut, Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia (FOR) ke-9 dengan tema "Sinergi Pelajar untuk Indonesia" bertepatan dengan Hari Anak Nasional.
Direktur Eksekutif Indonesian Student Youth Forum (ISYF), Dinnur Garista, mengatakan, tujuan kegiatan FOR adalah mempersiapkan generasi muda yang memahami empat pilar kebangsaan, menjadi seorang generasi yang berintegritas, nasionalis, mandiri dan dapat menjadi tokoh perubahan.
"Generasi muda dapat bersinergi dengan stakeholders lain untuk membangun Indonesia yang aman, damai dan tenteram dalam keberagaman," kata Dinnur, dalam keterangan persnya, Sabtu (29/7).
Saat ini, jumlah alumni FOR telah mencapai 6.500 alumni. Banyak dari mereka yang memiliki karya yang membanggakan, seperti Ayu Destasiwi reporter Seputar Indonesia RCTI, Finalis Miss Indonesia Mentari Novel, Panji Aziz Pratama sebagai founder Isbanban Foundation dan merupakan satu dari 60 changemakers di dunia pada tahun 2016.
Ajang FOR ke-9 diminati sebanyak 1.500 pendaftar. Jumlah ini lebih banyak dari FOR ke-8 yang diikuti oleh 1.236 pendaftar. Setelah melalui beberapa tahap proses seleksi dari video dan essay yang dikumpulkan, akhirnya terpilih 250 pelajar yang lolos untuk mengikuti FOR ke-9. Seluruh peserta FOR berasal dari berbagai daerah di 32 provinsi, kecuali Sulawesi Utara dan Papua Barat. Daerah baru yang pertama kali ikut serta adalah Pulau Sebatik.
"Krisis nasionalisme menjadi permasalahan utama bagi pemuda perbatasan di Sebatik karena beberapa alasan, diantaranya adalah penggunaan ringgit dalam transaksi sehari-hari serta impor barang dari Malaysia. Melalui Forum pelajar Indonesia ke-9 ini, saya berharap saya dapat membantu memberikan informasi yang saya dapatkan di Jakarta kepada teman-teman di Sebatik yang asih minim info khususnya mengenai identitas. Saya juga ingin meningkatkan kesadaran akan identitas bangsa kepada teman-teman di Sebatik," ujar Muhammad Rizal dari SMA Negeri 1 Sebatik Tengah.
Seluruh peserta FOR ke-9 yang lolos memiliki kesempatan untuk berdiskusi dengan para CEO, Diplomat dan tokoh-tokoh inspiratif lainnya. Pada tahun ini, peserta berkesempatan untuk berkunjung ke Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) dalam agenda Government Visit. Peserta dapat dengan leluasa berbagi pemikiran, ide dan pandangan terkait bangsa dan negara secara langsung bersama dengan para pemangku kepentingan.
"Melalui kegiatan FOR, kami harapkan akan semakin banyak tunas muda bangsa yang berprestasi dan berani berkarya sehingga mengharumkan bangsa di dalam dan di luar negri," tutup Dinnur.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




