Surviving Borneo, Perjalanan Menggali Tradisi Suku Iban
Sabtu, 9 September 2017 | 09:25 WIB
Pemandu acara kelahiran Serawak, Malaysia, Henry Golding semakin populer di dunia internasional, setelah membintangi dua film Hollywood berjudul Crazy Rich Asians dan A Simple Favor. Padatnya jadwal Henry untuk menempuh jarak antara Malaysia, Singapura dan Amerika, tidak membuat dirinya lupa warisan leluhurnya, suku Iban.
Pertengahan tahun lalu, Henry yang berdarah Malaysia dan Inggris ini melakukan sebuah perjalanan yang tidak dapat dilupakan, yaitu ke kampung halaman ibunya, Betong. Di sana, ia melakukan sebuah upacara Iban yang dinamakan bejalai.
Bejalai adalah ritual kuno suku Iban mengenai perjalanan menjelajahi tanah yang tidak dikenal, sebelum menikah. Dalam perjalanan menemukan jati diri ini, ia pun menantang dirinya sendiri untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru.
Petualangan Henry Golding yang dimulai dengan tinggal di hutan selama tiga hari tersebut didokumentasikan Discovery Channel menjadi enam bagian serial televisi, berjudul Surviving Borneo.
"Sebuah perjalanan seperti ini sangat penting bagi saya untuk mengetahui akar keluarga saya dan bangga akan warisan keluarga saya. Sepanjang jalan, hal tersebut telah membawa perubahan pada diri saya. Pada akhirnya, saya menjadi sangat fokus dan sangat mendapatkan ketenangan di diri saya sendiri. Saya tahu di mana saya harus berada dan yang membuat saya menerima peran di film Crazy Rich Asians," ujarnya, baru-baru ini.
Dengan bimbingan anggota suku Iban, termasuk paman Iban-nya yang membantu membesarkannya saat kecil, Henry belajar cara dan tradisi nenek moyangnya yang terus berlanjut sampai hari ini, yakni mencari makan dan berburu makanan, membangun tempat berlindung di hutan, mengambil bagian dalam upacara adat, dan banyak lagi.
Ia berhasil menembak babi hutan liar, dan itu menjadi makanan mereka selama tiga sampai empat hari berikutnya.
"Saya ingat pernah berpikir betapa anehnya memakan sesuatu yang masih hangat. Tetapi begitulah cara mereka berburu dan saya harus mengamati bagian dari kehidupan mereka sehari-hari" jelas Henry.
Di Bario, Henry juga menjalani bagian dari upacara yang menyambutnya ke suku Kelabit dan untuk menandai kesempatan tersebut, Henry diberi nama tradisional yang dipilih oleh para tetua suku, Gerawat. Gerawat berarti seseorang yang pernah bingung dalam hidup, tetapi sekarang sudah ditemukan.
Henry pun menjalani proses tradisional untuk merajah bagian tubuhnya yang diyakini membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat. Cara merajah suku tersebut masih sangat tradisional, yaitu menggunakan palu khusus berulang kali dan dilakukan dengan irama yang khas selama 10 jam.
Akhir dari misi tersebut berarti dimulainya babak baru dalam kehidupannya. Tidak hanya memulai awal yang baru dalam karier, ritual tersebut juga menandai dimulainya kehidupan pernikahan.
Henry mengikat tali pernikahan dengan pembawa acara televisi Italia-Taiwan, sekaligus pelatih yoga Liv Lo, pada Agustus tahun lalu.
"Bagi saya, ini seperti lingkaran penuh. Perjalanan bejalai yang saya alami adalah pengalaman yang sangat murni dan merupakan bagian penting dalam kehidupan. Saya menggali akar keluarga saya dan belajar tentang diri saya sendiri, sebelum memulai sebuah babak baru dengan istri saya. Saya pikir ibu saya sangat bangga karena saya bangga dengan warisan saya. Jadi ini sangat berarti baginya," tutupnya.
Saksikan tayangan perdana Surviving Borneo pada Minggu, 10 September 2017, pukul 20.00 WIB di Discovery Channel, First Media channel 305 (HD) & 285 (SD) dan BIGTV channel 350 (HD), serta FMX (fmx.firstmediax.com).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




