Pemkot Jakut: Tak Ada Rusun untuk Korban Kebakaran Ancol

Senin, 18 September 2017 | 09:01 WIB
CF
WP
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: WBP
Sebuah kereta melintas di areal lokasi perlintasan Jalan Kampung Bandan tak jauh dari lokasi Kampung Dao Atas RW04 & RW05 Ancol yang terbakar, Senin 18 September 2017.
Sebuah kereta melintas di areal lokasi perlintasan Jalan Kampung Bandan tak jauh dari lokasi Kampung Dao Atas RW04 & RW05 Ancol yang terbakar, Senin 18 September 2017. (Beritasatu/Carlos Roy Fajarta Barus)

Jakarta- Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara memastikan tidak ada ganti rugi bagi korban kebakaran di Kampung Dao Atas, RW04 dan RW05, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara yang terbakar pada Sabtu (16/9) lalu.

Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad mengatakan pihaknya tidak menyiapkan ganti rugi berupa uang atau rumah susun (rusun) karena korban kebakaran tinggal di lahan milik negara dalam hal ini dikelola PT KAI. "Tidak ada rusun atau uang kerohiman yang kita siapkan untuk warga. Hanya kita kerahkan dari Dinas Sosial, PMI, dan Tagana untuk menyiapkan kebutuhan pokok selama di tempat pengungsian," ujar Husein, Senin (18/9) kepada Suara Pembaruan ketika dihubungi.

Ia mengungkapkan pihaknya sudah memberikan sejumlah kebutuhan dasar bagi pengungsi mulai makanan, pakaian bekas, dan berbagai kebutuhan lainnya. "Lahan yang mereka gunakan milik PT KAI, kita tidak bisa memberikan bantuan langsung seperti itu," kata Husein.

Mantan Wakil Wali Kota Jakarta Timur itu menyebutkan pihaknya kini fokus pada penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan pokok pengungsi. "Kalau bantuan makanan, pakaian, dan obat-obatan itu sifatnya wajib, karena ini kan sosial bagi masyarakat. Jangan sampai mereka tambah menderita karena tidak diperhatikan pemerintah," kata dia.

Sementara Senior Manager Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi I Jakarta, Suprapto ketika dihubungi mengatakan proses perbaikan saluran listrik yang terbakar memakan waktu satu minggu. "Kebakaran akhir pekan lalu itu menghanguskan sepanjang 300 meter sambungan saluran listrik atas, kita sedang proses pembuatan lima segmen pondasi untuk pemasangan tiang listrik," ujar Suprapto.

Ia memastikan bahwa kebakaran tersebut tidak sampai mengganggu jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api baik dari arah Stasiun Jakarta Kota menuju Kampung Bandan dan Tanjung Priok atau sebaliknya. "Harusnya dua jalur, tapi karena prasarana saluran listrik atas mengalami kerusakan, untuk saat ini Kampung Bandan - Jakarta Kota hanya satu jalur. Perbaikan sedang kita upayakan penyediaan barang. Kurang lebih satu minggu hingga berfungsi normal dua lajur," tandasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon