Jokowi: Tidak Semua Suka Pekerjaan Pemberantasan Korupsi
Rabu, 18 Oktober 2017 | 10:33 WIB
Jakarta - Presiden Joko Widodo mengakui bahwa tidak semua pihak suka dengan pekerjaan pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh para penegak hukum.
"Yang namanya pemberantasan korupsi, pasti rakyat semuanya senang, tetapi kan ada juga yang tidak suka, dan itu merupakan pekerjaan kita bersama. Tidak mungkin kita sendiri-sendiri bekerja menyelesaikan ini," kata Presiden Joko Widodo dalam wawancara khusus dengan LKBN Antara menyambut tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (16/10).
Untuk memberantas korupsi, lanjutnya, harus dilakukan dengan mengenalkan mental anti-korupsi kepada anak-anak.
"Kalau kita tidak memulainya dari anak-anak, generasi berikutnya ya tidak akan ada pembaruan apa-apa," ucap Presiden.
Ia juga menegaskan hingga saat ini pemerintah tetap mendukung penguatan KPK.
"Saya rasa tidak usah bolak-balik saya sampaikan bahwa kita mendukung penguatan KPK. Konkret sajalah, sebentar lagi saya akan keluarkan perpres (peraturan presiden) atau inpres (instruksi presiden) untuk sisi pencegahan yang saya kira penting sekali, yaitu agar semua kementerian/lembaga dan pemerintah daerah harus menyiapkan e-budgeting, e-planning, dan e-procurement, yang akan saya batasi waktunya dan semuanya harus punya ini," ujar Presiden.
Aturan itu sejalan dengan rekomendasi KPK untuk melakukan perbaikan sistem di kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang mendapat "menu wajib" di tiga sektor, yaitu pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), pengadaan barang dan jasa (PBJ) dan layanan publik yang diterapkan melalui e-planning, e-budgeting, e-government, pendirian unit layanan pengadaan (ULP) yang mandiri, serta pendirian pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).
"Itu untuk pencegahan, tetapi mengenai penindakan hukum, ya silakan mau OTT (operasi tangkap tangan, Red) ada KPK, Tim Saber Pungli sudah kita bentuk," tambah Presiden.
Ia pun mengakui bahwa korupsi masih menjadi pekerjaan rumah pemerintahan yang sudah hampir memasuki tahun keempat pada 20 Oktober 2017.
"Bahwa korupsi ini masih menjadi musuh terbesar kita, ya memang pekerjaan besar kita bersama untuk menyelesaikan. Saya kira penegakan hukum harus lebih dipertegas, Saber Pungli juga, hal kecil-kecil juga kita awasi," ungkap Presiden.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




