Kerja Pemerintah Jokowi-JK Harus Dinilai Secara Obyektif
Kamis, 19 Oktober 2017 | 22:51 WIB
Jakarta - Peneliti Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo mengatakan, selama 3 tahun pemerintahan Jokowi JK ada beberapa kebijakan yang sudah berhasil dan tentu saja ada beberapa kebijakan yang belum di laksanakan.
Tetapi selama 3 tahun ada beberapa hal ada yang sudah diperbuat oleh Jokowi JK dan sudah mulai terasa program pembangunan yang dilakukan.
Menurut Karyono, tahun pertama peletakan dasar regulasi, tahun ke 2 percepatan membangun, tahun ke 3 sudah ada beberapa hasil pembangunan yang sudah di rasakan tentu saja ada beberapa pro kontra dalam politik.
"Sebagai pemikir dan generasi penerus bangsa tidak boleh melihat sesuatu dengan kacamata kuda boleh bersuara terhadap kebijakan yang sedang berjalan tetapi dengan penilaian secara obyektif dan di dasari oleh data dan fakta."ujarnya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dan Deklarasi Barisan Mahasiswa Nusantara (BMN) dan Organisasi Kepemudaan bertajuk Tantangan Kinerja 3 Tahun Pemerintah Jokowi-JK, di Jakarta, Kamis (19/10).
Acara tersebut dihadiri organisasi kemahasiswaan, dan Organisasi kepemudaan diantaranya, BEM UIJ, BEM Univ. As Syafiyah, BEM Univ. Borobudur, BEM STIE Bank, Unkris, Unindra, UBK, GP Ansor, Sapma Pemuda Pancasila, Garda Nusa.
Oleh karena itu Karyono menyarankan, jangan melakukan penilaian sebuah kebijakan seperti yang dilakukan oleh para politisi.
Sebab kata dia, Ada beberapa catatan terutama pak Jokowi membangun, utamakan pembangunan infrastruktur dan pemerataan pembangunan oleh karena itu ada ketimpangan di indonesia timur Dan indonesia barat kesenjangan antar wilayah, untuk mengurangi ketimpangan pak jokowi membangun infrastruk di Indonesia timur.
"Seperti jalan trans papua yang berjalan dengan baik. Saya lihat perbatasan di kalimantan yang bagus dan tertata dengan baik gedungnya, dan di NTT gedungnya sudah bagus, ada juga 176 km jalan tol yang baru, dan 2. 985 jembatan yang sudah dibangun," ucapnya.
Dosen FISIP Uhamka/Ketum Fornas Bhinneka Tunggal Ika, Syaiful Rohim mengatakan, pembangunan infrastruktur mulai dirasakan oleh masyarakat. Masyarakat tidak menginginkan proses pembangunan tidak terlalu lama,hal ini menjadi catatan penting oleh kelompok masyarakat.
Terkait masalah politik, menurut Syaiful, Lawan politik selalu mencari celah untuk menjatuhkan lawannnya. Ini Pr pemerintah memberikan 1 keteduhan dalam politik, isu isu sensitif yang ada harus segera di hentikan. Politisi politisi harus menunjukan kedewasaan untuk politik di indonesia.
"Perlu diketahui bahwa masyarakat dalam melihat figur terkadang secepat membalikan tangan. Mari kita bangun kesadaran politik. Harus ada kedewasaaan politik demi negara republik indonesia. Pointnya, masyarakat mahasiswa tetap terus berkarya karena kalian adalah yang memimpin bangsa ini kedepannya,"pesan Syaiful.
Dalam acara tersebut Badan Eksekutif Mahasiswa dan Organisasi Ke Pemudaan menyatakan sikap menuntut stabilitas politik, stabilitas kemanan, stabilitas ekonomi agar terwujud masyarakat sejahtera.
Selain itu, mereka mendukung segala upaya nyata pemerintah saat ini yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




