BEI: Ekonomi Kondusif Bisa Dorong IHSG Tembus 7.000
Senin, 6 November 2017 | 15:02 WIB
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpeluang tembus lebih dari 7.000 dalam jangka panjang selama kondisi ekonomi berjalan kondusif. Penguatan harga saham dari emiten berkapitalisasi besar, serta penambahan emiten baru secara berkelanjutan turut menjadi penyokong utama kenaikan IHSG pada masa mendatang.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Alpino Kianjaya menyatakan, saat IHSG berada di level 5.000, banyak pihak yang belum meyakini indeks bursa di Indonesia akan naik berkelanjutan ke level 6.000. Namun realisasi yang ada menunjukkan, IHSG mampu tembus ke 6.000 dan potensi untuk naik lebih tinggi masih ada.
"Indeks bisa lebih dari 7.000, itu sah saja tapi baru akan terjadi long term ya. Intinya hal tersebut dapat terjadi selama ekonomi menunjang, kisaran 50 persen - 60 persen emiten membukukan kinerja yang baik, dan emiten baru terus bertambah," ujar Alpino di Jakarta, Senin (6/11).
Dia mengungkapkan, sejauh ini IHSG sudah tumbuh lebih dari 13,9 persen secara year to date (YtD). Kenaikan indeks tersebut didorong penguatan harga saham dari 20 emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) yang besar.
BEI mencatat, selama 10 tahun terakhir ada 408 emiten yang memberikan capital gain berbanding harga saat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Sedangkan saat ini sudah ada 560 perusahaan yang sahamnya tercatat di BEI.
Di tengah jual bersih investor asing yang mencapai Rp 23 triliun (Ytd), Alpino menegaskan, itu adalah nilai transaksi di pasar negoisasi. Kondisi yang terjadi sekarang tidak terlepas dari implementasi program amnesti pajak. Sebab, beberapa investor domestik yang investasinya dulu tercatat ke kategori investor asing, kini sudah mengubah pencatatan sahamnya menjadi lokal. Hal tersebut merupakan wujud transparansi investor di pasar modal.
"Penyelesaian pencatatan investasi yang terkait dengan amnesti pajak harus selesai pada Desember 2017, jadi itulah yang membuat dana yang sebelumnya tercatat asing menjadi domestik. Namun, tahun depan kami berkeyakinan, nominal net sell yang investor asing yang sebesar Rp 23 triliun sudah tidak kelihatan lagi," tegas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




