Gangguan Kelompok Bersenjata, Operasi Freeport Berjalan Normal

Kamis, 9 November 2017 | 17:27 WIB
RP
YD
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: YUD
Petugas saat mengamankan kendaraan PT Freeport Indonesia setelah ditembak orang tidak dikenal, Minggu 24 September 2017.
Petugas saat mengamankan kendaraan PT Freeport Indonesia setelah ditembak orang tidak dikenal, Minggu 24 September 2017. (istimewa)

Jakarta - PT Freeport Indonesia menyatakan kegiatan operasi tambang di Tembagapura masih berjalan normal. Namun jumlah personel keamanan ditingkatkan menyusul adanya kelompok bersenjata yang berada di desa dekat area konsesi tambang.

Juru bicara Freeport Indonesia Riza Pratama ketika dikonfirmasi mengenai kondisi operasi produksi menegaskan masih berjalan normal. Dia mengungkapkan Freeport sangat prihatin atas berlanjutnya eskalasi insiden-insiden keamanan dan terus bekerja sama dengan aparat keamanan untuk berupaya menghentikan kejadian-kejadian yang
merisaukan.

"(Operasional tambang) Tidak terganggu (dengan adanya kelompok bersenjata," kata Riza di Jakarta, Kamis (9/11).

Namun Riza mengakui adanya eskalasi penambahan personil keamanan dari pihak Kepolisian maupun TNI. Hal ini guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pekerja Freeport maupun keluarga. Lebih lanjut dia menyebut belum menerima laporan adanya karyawan yang terkena dampak dari kelompok bersenjata tersebut.

"Sebagai bagian dari upaya pengamanan tersebut, akan terus adanya gelombang penambahan petugas Kepolisian dan militer bersenjata di area komunitas," ujarnya.

Seperti diberitakan, Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Boy Rafli Amar menyebut kelompok bersenjata melarang warga di dua desa untuk meninggalkan desa. Sebanyak 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Dia mengaku belum ada informasi mengenai kelompok bersenjata yang melakukan penyekapan. Hanya perampasan barang milik warga saja informasi yang diterima tim Satgas Terpadu TNI-Polri. Pihaknya bersama TNI kini berupaya persuasif dan preventif agar masyarakat terbebas dari intimidasi dan ancaman kelompok bersenjata.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon