Dikepung KKB, Ribuan Warga di 2 Desa Tembagapura Tersandera

Jumat, 10 November 2017 | 15:56 WIB
FA
YD
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: YUD
Anggota Brimob baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tembagapura, Minggu 29 Oktober 2017
Anggota Brimob baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tembagapura, Minggu 29 Oktober 2017 (Suara Pembaruan/Robert Isidorus)

Jakarta - Satgas penanggulangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih berupaya secara persuasif untuk membebaskan ribuan warga yang disandera di sekitar Kimberly-Utikini maupun Banti, Tembagapura, Papua.

"Belum ada komunikasi, pimpinan KKB-nya enggak mau komunikasi. Sedang diupayakan Mereka belum menyatakan permintaannya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jumat (10/11).

Di kedua desa itu ada sekitar 300 warga pendatang dan 1.000 warga asli. Mereka dilarang berpergian oleh KKB, kecuali ibu-ibu yang diberi akses untuk keluar dan belanja untuk makan mereka.

"Tapi kalau bapak-bapak atau laki-laki tidak diberikan akses. Jadi mereka dilarang keluar dari lokasi. Warga kampung itu selama ini beraktivitas mendulang. Nah keliatannya KKB ini kan mendapatkan nilai ekonomi dari situ dengan menguasai daerah situ sehingga dia ingin mempertahankan," papar Setyo.

Sejauh ini diperkirakan ada 25 orang dalam kelompok ini. Mereka bersenjata dan melakukan penyanderaan sejak empat hari lalu. Ada 200 personel terpadu yang saat ini sudah ada di lokasi.

Kampung Kimberli-Utikini-Banti terletak sekitar 500 meter dari Polsek Tembagapura dan dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Aksi teror bersenjata yang dilakukan KKB sejak awal Oktober lalu di kawasan Tembagapura menyebabkan tujuh anggota Brimob terluka, satu diantaranya meninggal, serta tiga warga sipil terluka.

Awalnya penembakan beruntun di Tembagapura, Papua itu dilakukan oleh kelompok separatis pimpinan Sabinus Waker yang bergerilya di Gunung Sangker Kalibua, Kampung Utikini.

Penembakan ini bermotif ekonomi karena terkait penggelelolaan limbah PT Freeport atau tailing yang masih mengandung biji tembaga dan emas.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon