Terendam Banjir, Ratusan Hektare Padi di Bengkulu Terancam Puso

Selasa, 14 November 2017 | 08:37 WIB
U
YD
Penulis: Usmin | Editor: YUD
Ilustrasi sawah puso.
Ilustrasi sawah puso. (Antara)

Bengkulu - Ratusan hektare tanaman padi milik petani dua kecamatan di Kabupaten Kaur, Bengkulu, mengalami rusak berat, akibat terendam banjir pada Kamis (9/11) lalu.

Kepala Dinas Pertanian Kaur, Nasrul Rahman, di Bengkulu, Selasa (14/11), membenarkan hak tersebut. "Ada sekitar 400 hektare tanaman padi petani rusak berat dan terancam puso akibat terendam banjir yang melanda daerah ini pada pekan lalu," ujarnya.

Dijelaskan, ratusan hektare tanaman padi berusia mudah yang rusak diterjang banjir tersebut, tersebar di 12 kecamatan dalam dua kecamatan, yakni Kecamatan Luas dan Kecamatan Muara Sahung.

Banjir yang melanda dua kecamatan ini akibat Sungai Luas meluap, menyusul hujan lebat berlangsung cukup lama melanda wilayah Kaur dan sekitarnya pada Kamis lalu.
Namun, banjir tersebut tidak sempat menelan korban jiwa kecuali merendam rumah dan tanaman pertanian, termasuk tanaman padi milik masyarakat setempat. Akibatnya, petani mengalami krugian ratusan juta rupiah.

Nasrul mengatakan, pihaknya telah menurunkan staf ke lapangan untuk menghitung luas tanaman padi petani yang rusak dan dipastikan terancam gagal panen akibat banjir tersebut.

Hal ini dilakukan untuk memastikan luas tanaman padi petani di Kecamatan Luas dan Muara Sahung yang gagal panen akibat diterjang banjir beberapa hari lalu.

Selanjutnya bagi tanaman padi petani yang dipastikan gagal panen, akan diberikan bantuan benih padi, sehingga mereka bisa menanam padi lagi dilahan tersebut. Dengan demikian, empat bulan ke depan mereka bisa melaksanakan panen padi.

"Distan siap menyalurkan bantuan benih padi bagi petani gagal panen karena tanaman padinya rusak diterjang banjir. Namun, kita perlu data akurat di lapangan, sehingga ketika usulan disampaikan langsung disetujui oleh Distan Bengkulu," ujarnya.

Suratman (44), salah petani Muara Sahung mengatakan, tanaman padi petani yang dilanda banjir dipastikan tidak bisa dipanen lagi, karena sebagian tanaman padi mati tertimbun lumpur yang dibawah arus air saat banjir.

Meski ada tanaman padi yang masih hidup sedikit sekali, dan tidak dijamin hasil panennya maksimal. Sebab, tanaman padi tersebut, sempat roboh dan tertimbun limpur banjir.

"Kami pesimis tanaman padi yang masih hidup hasil panennya maksimal, karena pertumbuhan padi diyakini tidak normal karena sempat roboh dan tertimbun lumpur," ujarnya.

Karena itu, jika ada bantuan benih padi dari Distan Kaur, maka tanaman padi tersebut akan diganti dengan tanaman baru, sehingga hasil panen maksimal sesuai harapan. "Kami berharap ada bantuan brnih padi dari pemerintah setempat," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon