Belasan Sapi di Seluma Mati Mendadak

Jumat, 29 Desember 2017 | 07:52 WIB
U
YD
Penulis: Usmin | Editor: YUD
Ilustrasi sapi.
Ilustrasi sapi. (Antara)

Bengkulu - Sebanyak 15 ekor sapi milik warga Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma, Bengkulu, dalam pekan ini mati mendadak di dalam kadang tanpa diketahui secara pasti penyebabnya. Akibatnya, masyarakat mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Warga belum mengetahui persis penyebab kematian sapi secara mendadak tersebut. Namun, warga menduga kematian hewan ternak secara mendadak tersebut, akibat terserang virus jembrana.

Anton (30), warga Desa Pasar Seluma, Kamis (28/12) mengatakan, dari 15 ekor sapi mati mendadak itu, 7 ekor di antaranya merupakan bantuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Bengkulu. Sedangkan 8 ekor sapi lagi milik pribadi warga setempat.

"Saya kaget mas ketika mau memberi makan pada pagi hari sapi mati tergeletak di dalam kadang. Padahal, sapi tersebut sebelumnya terlihat sehat dan gagah. Atas kematian sapi mendadak ini, saya mengalami kerugian belasan juta rupiah," ujarnya.

Kematian sapi milik warga lainnya juga sama mendadak. Sebelumnya sapi warga sehat-sehat dan ketika mau memberi makan pada pagi hari, sapi tersebut tergeletak mati di dalam kandang.

Bangkai sapi yang mati secara mendadak sebanyak 15 ekor itu, langsung dikuburkan warga di tanah kosong yang ada daerah setempat. Hingga kini warga belum mengetahui penyebab kematian sapi tersebut, tapi warga menduga akibat terserang virus jembrana, katanya.

Kasus kematian belasan ekor sapi secara mendadak di Desa Pasar Seluma, sudah dilaporan warga ke Disnakeswan Bengkulu, dan sekaligus minta instansi terkait segera turun ke lapangan mencari tahu penyebab kematian sapi secara mendadak tersebut.

Selain itu, jika benar kematian sapi tersebut, disebabkan virus jembrana, maka warga minta segera diatasi agar serangan virus tidak meluas. "Kami minta Disnakeswan Bengkulu, segera mengecek penyebab kematian sapi kami secara mendadak tersebut, jika mati karena diserang virus jembrana agar segera diatasi secepatnya," kata Herman, warga Pasar Seluma lainnya.

Dengan demikian, virus tersebut tidak menyebar luas di wilayah Kecamatan Seluma, khususnya Desa Pasar Seluma.
Sebab, jika virus sempat meluas maka dikhawatirkan ternak sapi masyarakat setempat akan mati semua.

Karena itu, warga berharap Disnakeswan Bengkulu dan instansi tehnis terkait segera turun ke lapangan untuk mencari penyebab kematian sapi mendadak tersebut, dan sekaligus mencari solusi mengatasinya, sehingga sapi petani tidak mati semua, katanya.

Sementara itu, Kepala Disnakeswan Bengkulu, Majastika mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disnakeswan Seluma terkait kematian belasan ekor sapi di Desa Pasar Seluma, pekan ini.

"Saya sudah minta Disnakeswan Seluma untuk ke lapangan mencari tahu penyebab kematian belasan ekor sapi petani secara mendadak tersebut, dan sekaligus mengambil sampel darah sapi yang masih hidup untuk diteliti dilabor," ujarnya.

Dengan demikian, akan diketahui secara pasti penyebab kematian belasa ekor sapi petani Seluma secara mendadak tersebut. Jika kematian sapi tersebut akibat terserang virus jembrana atau antraks segera diatasi cepat, agar sapi petani lainnya tidak menjadi korban, katanya.

Sekretaris Disnakeswan Seluma, Marfen mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim ke lapangan untuk mencari tahu penyebab kematian belasan ekor sapi masyarakat secara mendadak tersebut.

Selain itu, pihaknya juga sudah mengambil sampel darah sapi yang masih hidup untuk diteliti di labor keseharan hewan di Provinsi Lampung. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian belasan ekor sapi secara mendadak tersebut, apakah disebabkan virus Jembrana atau antraks.

"Tim dokter hewan yang didatangkan Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, telah pengambilan sampel darah sapi warga yang masih hidup untuk diuji di laboratorium Veteriner di Provinsi Lampung, guna memastikan penyebab kematian belasan ekor sapi tersebut," ujarnya.

Marfen mengatakan, hasil uji sampel darah sapi tersebut, akan diketahui tiga hari ke depan. Sebab, sampel darah sapi baru dikirim ke labor Veteriner di Lampung, akhir pekan ini.

"Yang jelas, jika kematian belasan ekor sapi secara mendadak itu, karena virus Jembrana atau Antraks, maka masalah ini akan kita atasi cepat, sehingga sapi warga lainnya tidak menjadi korban lagi," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon