Mahfud MD: Setiap Pembuat Hoax Harus Ditangkap
Jumat, 2 Maret 2018 | 07:06 WIB
Padang- Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013 Mahfud MD menilai setiap pembuat hoax atau berita bohong harus ditangkap karena perilakunya telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Kalau ada yang dengan sengaja membuat fitnah dan adu domba seperti banyak kiai dibunuh oleh orang gila sementara kenyataannya tidak, semua ditangkap saja," kata Mahfud usai pidato kebangsaan dengan tema Revitalisasi Peran Agama, Budaya dan Negara Dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa di GOR Himpunan Tjinta Teman di Padang, Kamis (2/3) malam.
Mahfud menyatakan ada aturan, yaitu Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan KUHP yang bisa digunakan untuk menjerat pelaku hoax.
Ia menyampaikan walaupun dalam menyebar hoax menggunakan embel-embel muslim atau tidak, tetap harus ditangkap.
"Itu semuanya politik saya kira, jadi harus ditangkap," ujarnya lagi.
Sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan sedikitnya lima tersangka telah ditetapkan atas dugaan kasus penyebaran hoaks dan provokasi melalui media sosial yang dikenal dengan "The Family Muslim Cyber Army" (MCA).
"Tersangka, terakhir lima. Ini masih dalam proses. Kami kan tidak melihat ini siapa tadinya, tetapi faktanya ada berita ini. Kami lacak dapatnya begitu. Kami masih dalam proses pendalaman," kata Ari Dono.
Kepolisian telah menangkap sedikitnya lima orang yang tergabung dalam grup percakapan WhatsApp MCA. Kelima tersangka tersebut ditangkap di daerah berbeda, yakni di Tanjung Priok (Jakarta Utara), Pangkal Pinang, Bali, Sumedang, dan Palu.
Berdasarkan barang bukti yang diperoleh Polri, kelompok MCA menyebarkan isu provokatif dan kabar bohong terkait isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) melalui jaringan komunikasi WhatsApp.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




