Ganjil Genap Tol Bekasi Diharapkan Kurangi 20% Volume Kendaraan

Kamis, 8 Maret 2018 | 09:44 WIB
CF
IC
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: CAH
Kepala Bambang Prihartono bersama Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani dan Korlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa memberikan keterangan kepada awak media terkait kebijakan ganjil genap di tol Jakarta Cikampek pada Kamis, 8 Maret 2018 di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta Timur
Kepala Bambang Prihartono bersama Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani dan Korlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa memberikan keterangan kepada awak media terkait kebijakan ganjil genap di tol Jakarta Cikampek pada Kamis, 8 Maret 2018 di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta Timur (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta -  Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Korlantas Polri pada Senin (12/3) akan memberlakukan kebijakan program ganjil genap di pintu Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono mengatakan pihaknya mengeluarkan 3 kebijakan terkait program ganjil genap agar bisa berjalan dengan efektif dan mengurangi sedikitnya 20 persen volume kendaraan di ruas tol Jakarta Cikampek.

"Kami sudah menganalisis dengan paket kebijakan ini kepadatan bisa berkurang 20 persen. VC (Volume Capacity) Ratio, dari angka 1 menjadi 0,6-0,7. Kecepatan di ruas tol juga diharapkan meningkat dari 15 km/jam menjadi 40 km/jam," ujar Bambang Pri kepada awak media di Kantor Pusat Jasa Marga, Taman Mini - Jakarta Timur.

Ia menyebutkan pelaksanaan sistem ganjil genap akan diimbangi dengan mengatur perjalanan golongan III, IV, dan V karena kecepatan truk yang rendah turut menyumbang kepadatan serta menghadirkan 1.000 bus untuk mengangkut penumpang dari kawasan perumahan di wilayah Jabodetabek.

"Kita peduli pada masyarakat yang menggunakan angkutan massal. Mereka ini golongan menengah ke bawah. Kita buat lajur khusus untuk bus agar bisa hadir ke kantor tepat pada waktunya. Kami harap ada perpindahan orang dari kendaraan pribadi menggunakan angkutan massal," tambahnya.

Apalagi selama ini ruas golongan I (kendaraan mobil pribadi) memiliki proporsi terbesar sekitar 60-70%, sehingga perlu dialihkan bebannya yang memasuki ruas tol dalam Bekasi Barat dan Bekasi Timur untuk distribusikan ke pintu tol lainnya.

"Perlu diingat bahwa yang kita lakukan sistem ganjil genap di pintu tol nya, bukan di jalan tol nya. Mobil bermomor plat genap bisa masuk pintu tol pada tanggal genap. Begitu juga sebaliknya. Kita ingin merubah mindset perubahan penggunaan kendaraan pribadi ke kendaraan umum," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa, menyebutkan pihaknya sudah melakukan pendekatan terhadap pihak-pihak yang dirugikan seperti pengemudi truk.

"Kemacetan penyebabnya karena tidak sesuainya Kapasitas dan volume. Mengurangi volume dengan membatasi kendaraan pribadi. Kendaraan besar seperti truk juga dikendalikan. Ganjil genap berlaku jam 6-9 ke yang arah Jakarta. Sudah disiapkan bus premium Rp 20.000. Kami juga siapkan parkir 1.000 kendaraan di pusat perbelanjaan Bekasi itu Rp 10.000/hari," kata Royke.

Ia menyebutkan kebijakan ini sudah dicanangkan sejak 7 bulan yang lalu dan telah dilakukan dua kali ujicoba, sehingga pada Senin (12/3) pekan depan diharapkan sudah tinggal penerapan dan bukan lagi berupa sosialisasi atau himbauan.

"Kendaraan mobil tidak sesuai nomor plat ganjil genap namun sudah terlanjur masuk pintu tol kita buat down break supaya bisa memutar. Kami siapkan 200 personel di Bekasi Timur, Bekasi Barat, Halim, hingga Cawang. Mohon bantuannya dari masyarakat mematuhi aturan ini. Lebih baik bergili lancar lebih baik daripada ramai-ramai tapi sengsara," tutupnya



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon